Sedikit cerita horor

 

Summer tahun 2013, gw melakukan perjalanan bussines trip ke Ishinomaki-Miyagi ken, daerah TERPARAH yg terkena dampak tsunami 2011. Kapal yg naik kedaratan juga masih nangkring, tapi tapi tapiiii jalanan udah mulus. Mobil bisa lewat dengan lancar jaya. Gw sempet ambil foto itu kapal, tapi entah kemana dan dimana itu fotonya.. πŸ™

Kanan kiri jalan masih banyak reruntuhan rumah-rumah atau bekas gedung-gedung.
Dan cuma ini foto yang tersisa di laptop gw. Foto penggambaran rumah yang hancur bekas diterjang gelombang tsunami 11 maret 2011.

wm4-3

Tiba di lokasi, langsung masuk keasrama TKI (kenshusei). Pekerjaan kami memang berhubungan dengan para kenshusei dan orang-orang Indonesia yang ada di seluruh Jepang. Pekerjaan selesai sekitar jam 8 malam, kami makan malam bersama para kenshusei, dan keluar asrama jam 10 malem.

Suasana malam yang sangat gelap plus mencekam.

Atsmofernya berasa aneh, oksigen rasanya tebel banget, jadi susah untuk dihirupnya.

Nyari hotel suseeeeh banget.

Sebenarnya, sebelum keluar dari apato para Kenshusei, kami sudah diberitahu bahwa hotel didaerah situ hanya satu dan itu selalu penuh oleh para pekerja yang dari luar kota. Mereka itu para pekerja yang sedang mengerjakan perbaikan didaerah tersebut. Beberapa orang menyarankan kami untuk langsung datang ke hotel tersebut. Mereka tidak tahu nama hotel itu apa, apalagi nomor telponnya.

Mereka memberi tahu rutenya,

“begitu keluar dari apato kita, bapak belok kiri trus luruuus aja, ketemu pertigaan lampu merah belok kanan, nanti itu lurus aja pak 500 meter keliatan kok hotelnya” begitu petunjuk dari para kenshusei.

Siap berangkat. Perjalanan kali ini kami hanya berdua, karena supir tembakannya lagi ada tarikan katanya, lagi-lagi didetik terakhir doi cancel.. Jadi yang bisa nyetir satu orang dan yang bisa b.Jepang satu orang.

Begitu keluar apato mereka, pak supir dengan yakin mengikuti rute arahan, dan gw sibuk browsing mencari hotel. Dengan tetap waspada memantau GPS, gw merasa curiga, kenapa titik merah (mobil kami) melaju menjauhi jalan menuju keramaian tapi mendekat menuju ujung pulau. Berikut ini penggambarannya.

IMG_6156
Credit by : Google map

Mobil kami terus melaju kearah bawah, yang artinya kami melaju menuju ujung pulau dan mau nyemplung kelaut.

“woi, kita mau kemana, bapak engga liat mobil kita jalan terus kearah laut” mulai panik gw negornya

“lo engga denger anak-anak tadi ngasih clue-nya” doi jawab sambil terus liat jalanan dengan tegang, karena jalanan gelap dan penerangan jalanan cuma berasal dari mobil kami.

“mending muter balik deh, dengerin aku. engga mungkin ada hotel diujung sana, logikanya pinggir laut udah pasti hancur lebur kena tsunami”

“ya kita coba aja dulu, lo kenapa sih panik banget” setengah menghardik

“brak” gw gebrak dashboard karena beneran panik

“Lo GILA..!!” partner gw balik bentak dengan suara super kenceng

“bapak, denger ya.. yang bisa bahasa Jepang itu aku, aku nonton berita bahasa jepang, dan diberita bilang klo daerah ini daerah terparah. Dan please, pake logikanyaaa” gw mulai memohon.

“ok ok.. Kita coba puter balik.”

Dan untuk puter balik, doi juga kesulitan, karena jalanan cukup sempit dan memang gelap gulita.

IMG_6155
credit by: google map

Nah ini jalanan yang kami lewati malam itu, jalanan menuju ujung pulau.

Akhirnya kami berhasil putar balik dan keadaan dalam mobil pun cukup tegang. Gw kembali browsing berusaha mencari hotel untuk kami menginap malam itu.

Gw coba telpon kebanyak hotel, tp cuma satu yg angkat. Suara cowok, dan suaranya rada berat.
Me : halo, apakah ada kamar kosong?

Recptn : ada. Tapi hanya menerima wanita saja

Me : tapi saya bersama rekan kerja saya, dia laki laki

Recptn : mohon maaf, laki laki dilarang menginap disini

Me : apakah ada hotel lain disekitar situ

Recptn : dulu disini hotel, depan kami pun stasiun kereta, tapi sekarang semua hancur
Ziiiing…

Telpon mati.

Dan gw dengan segera minta partner gw tancep gas dalam-dalam balik kekota. Doi pun nyetir 5jam NON STOP..!!

IMG_6157
credit by: google map

Kami berada dititik merah, dan kami harus keluar dari pulau itu malam itu juga.

setelah 5 jam, kami berhasil keluar dari pulau tersebut dan menemukan convinience store. Kami parkir disana, beli minum dan makanan serta buang air kecil. Ketika gw bayar, si kasir bertanya

“dari mana mba..?”

“kami baru saja dari ishinomaki-Obanshoyama”

believe it or not, mukanya si kasir langsung aneh, bengong melongo dan mencoba melotot dengan matanya yang cuma segitu doang..

ok, gw engga mau nanya apapun. Bye

Ini pemandangan yang ada sepanjang jalan menuju tempat gw bertugas saat itu. Sejauh mata memandang, semua membiru dan indah banget.. 😊

wm4

wm4-2

wm4-4

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s