Perjalanan Musim Dingin 2012-2013 (4)

Setelah aku berkunjung ke asrama kenshusei didaerah Saga ken, semakin merubah cara pandangku tentang para tenaga pemagang ini.

Ok, sebelumnya aku akan membahas apa itu kenshusei.-ginou jisshusei-tenaga pemagang.  Mungkin pengetahuanku tentang ini sangat minim, jadi kalau ada pembaca yang mau menambahkan, silahkan saja dikolom coment ya, aku sangat menghargai tambahannya. Dalam bahasa Jepang, tulisannya seperti ini 研修生 atau 技能実習生 yang artinya adalah trainee atau para pekerja training. Jadi mereka itu bukan semata-mata karyawan atau buruh.

Seperti layaknya kita kalau masuk kedalam satu perusahaan, pasti akan ada yang namanya masa training tiga bulan. Nah begitu juga mereka, mereka di training selama 3 tahun dan disiapkan untuk bekerja di perusahaan atau dibidang yang mereka kuasai. Tapi itu hanyalah penjelasan diatas kertas. Pada kenyataannya mereka bekerja, bekerja full layaknya karyawan atau buruh pabrik. Mereka mendapatkan gaji dan asrama tempat tinggal. Yang beruntung, ditambahkan pelatihan bahasa Jepang, yang tidak beruntung biasanya tetep punya bahasa tambahan, biasanya bahasa daerah. Sebagai contoh, ada anak asal Klaten yang tercampur ditengah anak-anak dari ciamis, si Klaten jadi jago bahasa sunda. Setelah pulang ke Indonesia, tidak banyak juga yang akhirnya hanya jadi penggangguran, bedanya setelah pulang dari Jepang jadi penganggurannya keren, punya rumah, punya mobil, punya istri tapi engga punya pekerjaan. Tapi ada juga yang memanfaatkan uang hasil kerja di Jepang menjadi sebuah usaha, warung kelongtong, atau banyak lagi. Dan ada yang beberapa melanjutkan kuliah atau bekerja diperusahaan Jepang.

Mereka berada disini, melalui berbagai cara, ada yang dari yayasan penyalur tenaga kerja, ada yang dari Depnaker, ada yang memang mereka karyawan dari pabrik tempat mereka bekerja di Indonesia lalu dikirim ke Jepang untuk belajar atau training, dan ada dari SMK yang bekerja sama langsung dengan para pengusaha di Jepang. Umur mereka pun bermacam-macam, ada yang baru lulus SMA atau SMK, ada yang pertengahan 20 tahun-an, dan ada juga yang sudah akhir 30 tahun atau awal 40 tahun. Dan hampir 65% itu adalah laki laki. Pekerjaannya pun beragam macam, dari mulai petani, peternak ayam, peternak babi, pelaut, pekerja pabrik sampai dengan pekerjaan mengelas kapal laut. Tukang las, tapi yang di las kapal laut yang segede gaban.. 😛


Dan Namura danchi ini adalah satu dari banyak asrama kenshusei yang aku kunjungi. Ini seperti perumahan layaknya perumahan di Indonesia. Ada sebuah ruangan yang dijadikan mushola dan tempat mereka berkumpul untuk mengaji atau sekedar pertemuan biasa saja. Mereka ini rapih dan terstruktur. Kami sampai terkagum-kagum melihatnya. Warganya ratusan loh, tapi semuanya memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, intinya mah Kompak bener ini warga namura danchi.


Sebelum bekerja di perusahaan ini, aku bekerja paruh waktu sebagai pelayan di restoran Indonesia didaerah Shibuya, kadang-kadang jadi guru private B.Indonesia untuk orang Jepang, jadi guru private B. Inggris buat anak-anak Jepang dan juga sempat beberapa kali jadi model Foto sebuah perusahaan kosmetik besar di Jepang. Semua itu aku lakukan untuk menyambung hidup di Tokyo, maklum mahasiswa, duitnya sedikit. Dan semua pekerjaan itu tidak pernah berhubungan dengan para kenshusei-ginoujisshuesei. Aku sama sekali tidak tahu apa itu kenshusei-ginoujisshuesei dan bisa dibilang aku anti banget sama mereka, karena beberapakali bertemu dengan para kenshusei-ginoujisshuesei diacara festival Indonesia bikin aku sebel banget, asli mereka Norak banget dan kampungan..!!

Dan, pada akhirnya aku diberikan kesempatan untuk mengenal orang-orang ini jauh lebih jelas dari sebelumnya, aku belajar banyak dari mereka. Aku menunduk malu dihadapan parakenshusei-ginoujisshuesei, mereka menyadarkanku akan banyak hal, mengajarkan bagaimana cara bersyukur yang seharusnya, bagaimana cara menghargai hidup, bagaimana cara melewati kesulitan dan tantangan hidup ala-ala anak norak dan kampungan ini. Melow kan jadinyaaa…. hehehe..

its enough..!! enough for melow drama.. !!

Malam itu, setelah pulang dari asrama kenshusei, aku balik lagi ke kamar horor, dan pun usaha keras buat tidur, karena jadwal pagi hari harus melakukan perjalanan panjang kembali ke Tokyo, tapi sebelumnya mesti mampir-mampir lagi, singgahan yang pertama di Ehime,  ada beberapa kenshusei yang bekerja sebagai tukang las, nge-las kapal laut.. Nah bayangin deh tuh gimana caranya nge-las Kapal laut.. 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s