Perjalanan Musim Dingin 2012-2013 (6)

Kami tiba dihotel pukul 10 malam, Hotel kami bagus, sangat bagus jika dibandingankan kamar terakhir kami yang sangat minim security dan kenyamanan. 

Selama perjalanan ini, kami kurang semangat makan, karena memang kami lebih banyak dapet makan gratis dari para kenshusei.. 😜

Lagipula, males banget makan direstoran karena harus mikirin isi makanan itu apa, ada babi apa engga, ada kandungan babi apa engga, minyaknya pake minyak apa, pokoknya yang begitu begitu deh. Jadi aku sering cari aman makan onigiri dan ayam chicken (istilah kami buat ayam goreng yang dijual di convenience store). 

Ada satu kejadian seru waktu kami makan diwarung sate.

Malam itu kami habis meeting dengan beberapa Bankers, dan setelah meeting, aku ajak beliau untuk mampir diwarung sate deket kantor, aku ingin makan sate kulit ayam 5 tusuk, sate ayam 5 tusuk, sayap ayam 5 biji, sate ayam lilit 4 tusuk, sate ayam yg ditusukannya dicampur sama sayuran 3 tusuk. Lumayan lah buat ngenyangin, soalnya meeting tadi makan diresto itali yang mewah, engga cocok perutku makan pasta-pasta gitu. Engga nampol.. 😁

Dan beliau aku pesenkan nankotsu, maklum umur, jangan makan yang lemak-lemak.. πŸ™ˆ

Nankotsu itu adalah tulang kering yang enak banget kalau dibikin karage. Rasanya kriuk-kriuk renyah.

Makanan datang, dan kamipun sibuk masing-masing. Saat itu aku sedang keranjingan game hayday, beternak dan berkebun. Pas lagi panen telor ayam, beliau mulai berbicara.

“Kok nankotsunya aneh ya.. “

Aku lagi serius, engga semangat kasih komentar balik. Lanjut dia mengomentari rasa nankotsu yang tidak garing,

“Udah lama kali ya ini nankotsu, ko melempem” 

Lanjut doi mengendus-endus si nankotsu, mengambil satu butir, mengangkat agak lebih tinggi dari wajahnya, diterawang dengan serius.

“Coba deh sept ini nankotsunya..”

“Nanti dulu ya, ayam ku telornya susah diambil nih..”

Tiba-tiba, Suasana hening, seperti suasana kalau orang bilang “ada setan lewat”. Kuangkat muka, dan ternyata beliau sedang memegang menu sambil menatapku dengan dingin.. 

Tanpa bicara, doi menyodorkan menu.. Aku langsung tahu kalau ada yang salah. Ternyata dimenu itu, disamping tulisan nankotsu nyempil kanji 豚 yang artinya Babi. Jadi itu adalah tulang kering babi.

Beliau memang tidak bisa baca tulis Jepang, tapi aku mengajarkan kanji babi ini, 

“Bapak, kalau pesen makanan liat kanji ini ya, kalau ada kanji ini berarti daging babi” sambilku tunjukan kanji “豚” 

😁

Semenjak kejadian itu, ijazahku dipertanyakan. Beliau selalu lebay bertanya kepadaku untuk memastikan semuanya benar, tidak salah terjemahan. 

Jadilah selama perjalanan, aku mikir banget deh kalau harus makan diresto, tanggung jawabnya gede bro..

Kami pun mempersiapkan diri untuk perjalanan besok hari. Kali ini pun kami akan mengunjungi para tenaga pemagang yang bekerja dikota pelabuhan Hiroshima, pekerjaan mereka sama seperti tenaga pemagang di Ehime, mereka tugasnya nge-las kapal laut. Karena esok hari itu sudah hari kerja, maka kami hanya bisa bertemu dengan mereka malam hari, jadi siang harinya kami FREE, aku langsung browsing tujuan wisata dideket-deket situ. Dan berharap bisa jalan sendiri.. 😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s