Perjalanan Musim Dingin 2012-2013 (7)

Jam 8 pagi aku sudah turun keruang makan di hotel untuk sarapan, sudah mandi sudah kece. Setelah sarapan, rencananya aku mau lihat museum 平和祈念公園 Peace Memorial Park. Setelah itu lanjut ke downtown Hiroshima dan baru deh setelah itu janjian dengan beliau, aku akan memghampiri dimana beliau berada. Yosssh.. Fix.. itulah rencanaku pagi ini.

Ternyata, ketika tiba di ruang makan, beliau sudah asik sarapan pagi.

“Ohyaouu..”

“Tumben bangun pagi sept, biasanya digedor gedor dulu baru bangun”

Lalu aku ceritakan lah rencana cantik hari ini. Diluar dugaan, aku malah diomelin, kebayang dong masih pagi, masih kece, udah disemprot. Rasanya mood ku hari itu langsung terjun bebas, aku langsung kesel super kesel. Aku balik kekamar dan menangis. Aku nangis sejadi-jadinya. Aku marah, aku merasa diperas tenaganya, merasa diperbudak oleh seniorku itu. Hujan pagi itu menyempurnakan hari burukku.

Ok kali ini aku jelaskan sosok seniorku itu. Beliau berumur pertengahan 40 tahun. Anaknya satu laki-laki, dan keluarganya di Indonesia, karena beberapa alasan mereka tinggal berjauh-jauhan. itulah mengapa Beliau ini tinggal sendiri dan membunuh waktunya dengan kerja, kerja dan kerja. Dan aku saat itu baru lulus kuliah, langsung kerja diperusahaan ini. Zaman kuliah, aku tidak sempat menikmati Jepang dengan segala keindahan dan hingar-bingarnya, karena sibuk belajar plus tidak ada bugdet buat happy-happy. Setelah kerja, aku ingin menikmati hasil kerja kerasku, ingin jalan-jalan menikmati Jepang, ingin menikmati hingar-bingarnya Tokyo. Tapi apa daya, tidak pernah punya waktu. Hidupku hanya seputar rumah-kantor-marketing.

Aku pikir dengan marketing keluar, akan punya waktu sedikit untuk menikmati Jepang, dibayanganku saat itu, setelah bekerja punya waktu untuk berkeliling atau minimal mengunjungi satu tempat wisata didaerah yang sedang dikunjungi saat itu. Tapi kenyataannya, MIMPI.. 😤

Mengunjungi satu tempat, setelah itu langsung pergi ketempat selanjutnya, dan tidak jarang harus bekerja didalam mobil. Entry data, follow up costumer yang galau tentang kiriman uangnya, mantau kiriman uang costumer. Pokoknya total banget deh kerjanya. Klo artis, aku pasti menang piala oscar karena bisa mendalami pekerjaan ku sampai sering terbawa dalam mimpi.. 😓

Jam 10 kami harus check out dari hotel. Rasanya berat sekali aku harus keluar dari kamar hotel dan bertemu dengan beliau. Tapi mau bagaimana lagi, harus aku lewati semua ini. Kami bertemu di parkiran mobil, masuk kemobil dan tidak tahu mau kemana tujuan kami pagi itu. aku pun tidak tahu harus memasukan alamat apa di dalam GPS.

“elo mau kemana emangnya”

aku diam. tidak ada minat untuk berbicara. Tanganku sibuk memainkan smartphone.

“sorry ya, saya kaget aja tiba-tiba septi mau pergi sendirian. kan septi tau saya engga bisa bahasa Jepang, mana mungkin bisa kesana-kemari sendirian. Panik sih lebih tepatnya”

“hah… elo marah-marah sama gw karena takut gw tinggalin sendirian. ngeheeee..!!!” ini suara hatiku saat itu. kesal, emosi, tapi disatu sisi aku memahami bahwa dia memang tidak bisa bahasa Jepang sama-sekali. Mau kemana dia dengan mobil yang GPS nya menggunakan bahasa Jepang dan segala penunjuk arah dijalan pun bahasa Jepang.

“septi, ngomong dong. jangan marah.. maaf ya.. ya udah sekarang septi mau kemana. kita pergi sama-sama aja ya.. “

“kan klo elu yang salah, bae kan ke gw.. double ngehe kan emang” dalam hati lagi aku menggerutu.

Dan aku tetap dengan diam sambil tetap memainkan smartphone.

“kita mau sampai kapan diparkiran ini, yuk jalan-jalan. “

tanpa bicara, aku masukan alamat kedalam GPS, dan langsung aku tekan tombol start.

“mau kemana kita sept..?”

Tidak ada minat aku menjawab, kalau memang ingin menebus kesalahannya dengan memaki ku di restoran pagi tadi, pasti beliau akan mengikuti arahan GPS mobil.

Dan benar saja, beliau mengikuti arahan GPS tanpa bertanya lagi. Mobil melaju membelah kota Hiroshima berjalan menuju pinggiran kota Hiroshima. 30 menit didalam diam, dan mulai terlihat pelabuhan dan beberapa kapal yang sedang parkir di dock samping pelabuhan. GPS mulai mengarahkan mobil kesebuah jalan yang menyempit.

“sept, kita sebenarnya mau kemana sih ini. kok jalannya begini. septi engga salah kan masukin alamat”

aku tetap diam. tapi diam ku kali ini bukan karena masih kesal, tapi aku juga bingung kenapa jalannya jadi menyempit begini, dan juga kenapa mengarah ke laut..”

“READY TO TAKE TO FERRY” suara dari tante GPS

“wah GILA lo septi, kita mau kemana sih sebenarnya.. ngomong dong..!” setengah berteriak beliau berbicara dan terlihat mukanya sangat panik.

“aku mau kesini..” kutunjukan photo ini

“kalau bapak engga mau ikut, aku mau pergi sendiri. aku juga bisa pulang sendiri ke Tokyo.” berusaha setenang mungkin aku bicara.

“jangan gitu dong, maksud saya engga gitu. tapikan ini kenapa mesti naik ferry, mobilnya gimana. dibelakang sudah antri ini sept, engga mungkin mundur..” beliau sangat panik.

“permisi pak. untuk naik ke fery harus membeli tiket ya.” seorang lelaki setengah baya menghampiri mobil kami.

“ya , kami beli tiket. dewasa berdua dan mobil satu” dengan cepat aku menjawab

“sept, kalau mobilnya diluar saja bisa engga, tanyain dong.” saya engga pede nih naikin mobil ke ferry

“permisi, kalau mobilnya mau ditinggal diparkiran masih bisa..?”

“masih bisa. silahkan di depan sana belok ke kanan ya.”

“ok. terima kasih”

Dan mobilpun kami parkir digedung parkit tepat disamping pintu masuk menuju ferry

setelah itu kami naik ferry.

Pemandangan laut yang indah. 17 desember 2012, aku menginjakan kaki ku di pulau kecil di daerah Hiroshima. Pulau yang indah.

Kami tiba dipulau tersebut setelah sekitar 20 menit naik ferry. Miyajima (宮島)merupakan pulau kecil di pinggir kota Hiroshima. Di pulau tersebut terkenal dengan tujuan wisata Toori Gate besar. Dimana ketika air pasang naik, gerbang itu terlihat seperti mengapung di atas air. Objek wisata ini termasuk salah satu objek wisata terbaik di Jepang.

Kami pun berjalan-jalan di pulau kecil tersebut. beliau menolongku dengan bersedia mengambil photo diriku kapan saja aku minta. Saat itu rasa kesalku terobati. Kami “akur” kembali. Kami tertawa, bercanda dan saling berbagi cerita seperti biasanya.

Banyak sekali rusa yang berkeliaran bebas ditempat itu. Akhirnya aku bisa jalan-jalan..

setelah makan siang, kami lanjutkan berjalan-jalan di pulau kecil itu. Sekitar jam 3 sore, kami kembali ke pelabuhan dan melanjutkan lagi pekerjaan marketing kami. Kami mendatangi beberapa asrama para tenaga pemagang dan mendaftarkan mereka untuk menjadi member di perusahaan kirim uang tempat kami bekerja.

Jam 11 malam, kami baru selesai. Aku memesan hotel di dekat stasiun Hiroshima. Keesokan harinya kami akan melanjutkan ke daerah Okayama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s