Perjalanan Musim dingin 2012-2013 (5)

Jam 8 pagi, aku sudah on fire untuk pergi dari tempat itu. Asli aku tidak merasa nyaman tidur ditempat seperti itu. 

Selanjutnya aku akan mengunjungi tenaga pemagang yang berada di mishima machi-ehime ken. Perjalanan yang akan kami tempuh sekitar 5 jam, cuaca cerah merona, matahari memberikan sorotannya yang kuat, tapi suhu udara tidak bergeser dari angka 0 sampai 2 derajat. Karena daerah ini berada di selatan Jepang, jadi salju tidak banyak turun, malah cenderung tidak bersalju. Jepang itu merupakan negara kepulauan juga seperti Indonesia, tapi Indonesia lebih berpulau-pulau lagi. Untuk menghubungkan pulau satu dengan yang lainnya, mereka membangun jembatan yang kuat dan kokoh, serta indah. Seperti kali ini, kami akan menyebrangi jembatan Kurushima-Kaikyō Bridge (来島海峡大橋 Kurushima Kaikyō Ō-hashi), yang menurut om wikipedia, itu jembatan gantung terpanjang di dunia, dan konstruksinya mirip dengan jembatan gantung San Francisco-oakland bay bridge.

wm6-6
Foto diambil dari Service Area sekitar Kurushima kaikyo bashi

Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya aku bersyukur dan mengagumi ciptaan Allah ini, indah sekali. Pemerintah Jepang itu bener-bener pintar mempercantik negrinya, semua dipoles dengan sedemikan rupa hingga terlihat cantik luar biasa. Apabila melewati laut, sudah bisa dipastikan warna biru terang menghiasi sepanjang mata memandang, tidak ada sedikitpun sampah yang mengotori hamparan biru itu. Apabila melewati bukit dan hutan, pohon-pohon juga bisa berjajar dengan rapih.

wm7.jpg
Kurushima-kaikyo Bridge

Setelah kami menyebrangi jembatan, kami mulai memasuki pulau Shikoku dan menuju ehime ken mishima machi.
Komunikasi kami hanya lewat Facebook, karena mereka baru tiba di Jepang jadi belum memiliki Handphone.Jumlah mereka sekitar 8 orang termasuk para seniornya, mereka memberikan alamat lengkap apartemen mereka dan aku yang memasukan alamat tersebut ke GPS, dan GPS lah yang menuntun kami sampai kealamat tersebut. Gps berhenti di pinggir laut, mba GPS bilang klo kami sudah tiba dialamat yang dituju, bingung kan tuh. Nah aku lagi yang kena semprot oleh beliau.

“lo yakin udah bener masukin alamatnya, masa alamatnya apatonya dilaut sih..”

“beneran pak, aku yakin ko”

“coba lo hubungin lagi deh orangnya, lu kira nginjek gas sama rem kaga pegel apa.. awas lu ampe salah masukin alamat, gw suruh lari ngejar mobil lu..” omelan beliau merusak cantiknya pemandangan pinggir laut

Aku cuma bisa menelen ludah saja. aku berdoaaaa banget semoga si tenaga pemagang yang salah memberikan alamat, bukan aku yang salah memasukan alamat. Karena kasus salah alamat ini sering banget terjadi. Karena alamatnya kan pake tulisan Kanji, tidak semua orang bisa membaca kanji, plus mereka kan baru tinggal di Jepang, mana ngerti soal per-alamat-an. Pernah juga kita dikasih alamat dan sampenya ke kuburan, depan kuburan Jepang. Untungnya si tenaga pemagang ini sudah memiliki Handphone, jadi bisa ditelpon, ketika aku bilang kami sudah sampai dan depan kami kuburan, itu orang malah menyalahkan kami.

“gimana sih mba, klo yang depan kuburan itu rumah sacho-boss saya, apato saya masih jauh dari situ, klo naik sepeda saja bisa sejam..”

Kesel kan. “mana gw tau itu depan kuburan rumah sachonya, kenal juga kaga sama si sacho. Dia aja yang salah kasih alamat, alamat sachonya dikasih gw.. ” gerutu ku

Modelan gitu itu tuh yang kadang bikin beliau sewot. kalau pas kita lagi jalan bertiga, ada supir cadangan masih rada mendingan, nah kalo berdua gini, dia capek ya gw yang kena semprot.. Pfff…

Balik lagi ke kasus saat itu, aku coba drop message ke Facebooknya tidak ada jawaban, aku coba call Fb nya juga tidak diangkat. aku samakan alamat yang mereka berikan, dan memang akur itu alamat. Sambil nunggu message dibales, aku keluar dari mobil dan aku foto laut yang ada didepanku, laly aku upload di FB,

wm6-5
wm6-4

Setelah itu tidak lama kemudian ada yang komen di Foto itu.

“mba septi lagi dimana, ini ko persis seperti laut depan apato saya ya..”

kan kan yakaaan.. Engga ada yang salah sama alamat yang aku masukan ke GPS, yang salah itu, apatonya berada persis didepan laut, tapi tertutup sama pohon pohon yang rindang. kalau saat aku ambil foto ini, aku balik badan kearah belakang, ada jajaran pohon pohon rindang, dan dibalik itu ada apato para tenaga pemagangSayang sekali aku saat itu aku tidak terpikir untuk ambil Foto itu pohon-pohon, karena saat itu aku langsung cuss menghampiri beliau yang sedang manyun dipinggir laut. 

Dan ternyata si tenaga pemagang yang berhubungan denganku saat itu ketiduran, makanya engga bales mssg di inbox FB. Dan kasus ini pun sering terjadi.. 😦

Misi kali itu pun berhasil, kami bertemu dengan 8 orang pejuang devisa. 5 orang anak laki laki baru saja lulus dari STM, umurnya sekitar 18 tahun -19 tahun. Mereka berasal dari Klaten, logat jawa yang masih kental, sopan santun yang terjaga rapih, dan mereka belum pernah jauh dari keluarga, ini pertama kalinya mereka berpisah dengan keluarganya. Anak-anak ini, mereka begitu hebat, mereka begitu kuat. Salut sama mereka, super salut. Lagi-lagi aku mendapatkan pelajaran hidup yang tidak akan pernah aku temui dibangku kuliah.

Jam 6 sore, aku keluar dari apato mereka, kami melanjutkan perjalanan menuju tokyo. Tapi, kami dapet undangan dari tenaga pemagang di daerah Hirohima ken-onomichi shi. Jadi malam itu kami mencari hotel didaerah Hiroshima..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s