Menu khusus Aina.. NO PORK please..


Salam hangat untuk para mama dan calon mama, atau para ayah dan calon ayah..

Saya berusaha keras mengenalkan Aina tentang Islam, karena saya takut Aina jauh dari Tuhannya, Naudzubillahi min dzalik.. Jadi banyak usaha yang ternyata itu membuat saya sadar kalau cara hidup yang saya jalanin selama ini banyak banget salahnya. Terima kasih Aina.. 😘

Ketika Aina berumur 1,5thn, saya wajib kembali bekerja, karena visa saya adalah visa kerja, jadi tidak bisa berlama-lama dirumah. Tapi kalau dibandingkan dengan Indonesia, saya jauh lebih beruntung, karena cuti melahirkan di Indonesia lebih pendek, kalau tidak salah hanya 3 bulan saja. Di Jepang, ibu memiliki kebebasan memilih, bisa cuti 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 1,5 tahun, 2 tahun ataupun 3 tahun. 

Dan saya ambil cuti selama 1,5thn. Aina saya masukkan ke penitipan anak milik negara. Jadi daftarnya juga harus di kecamatan. Isi form pendaftaran yang lumayan banyak, dan berbahasa Jepang. Semua latar belakang kesehatan keluarga dan aina harus diisi, serta wajib menunjukan catatan bahwa aina sudah lengkap melakukan imunisasi sesuai dengan usianya. Selanjutnya, ada kolom note yang diisi oleh orangtua murid. Disitu saya tuliskan bahwa aina beragama Islam dan tidak mengkonsumsi daging babi, apapun yang mengandung babi.

Dan alhamdulillah akhirnya ada daycare yang bersedia menerima aina, dan kasus aina disamakan dengan kasus anak-anak yang alergi.

Sebelum diterima, ada sesi wawancara antara saya dan calon wali kelas aina. Wawancara lebih kepada sesi curhat, bagaimana saya membesarkan aina dinegara mereka, dengan iklim, budaya dan bahasa yang berbeda. Saya pun merasa mendapatkan tempat meluapkan unek-unek, maka aji mumpunglah. Saya ceritakan semua pengalaman saya.

Singkat cerita,aina diterima di daycare itu. Dan saya menerima berlembar-lembar kertas peraturan dan serta barang apa saja yang diperlukan oleh aina selama berada di daycare. Mulai dari sapu tangan handuk kecil, sampai handuk mandi. Jumlah baju ganti yang harus dibawa setiap harinya, dan juga baju ganti yang disimpan di daycare. Tidak ketinggalan sarung futon yang harus dibuat sesuai dengan ukuran yang diminta. Dan semua barang aina harus dituliskan nama Aina.

Selanjutnya baru masuk ke menu makanan. Sebelum hari pertama aina dititip, saya diundang pertemuan dengan wali kelas Aina dan bagian makanan yang pastinya lulusan sekolah gizi, karena beliaulah yang bertugas menyiapkan menu makanan serta dilengkapi dengan perhitungan gizi asupan makanan anak-anak di daycare.

Saya sangat terkejut sekaligus bersyukur. Terkejut karena mereka begitu memperhatikan detail asupan kalori, protein dan gizi, bersyukur karena mereka memperlakukan saya dengan sangat baik. Tidak ada kesan “rewel banget si ibu ini nih”. Satu persatu menu makanan dibacakan, asupan apa saja dan berapa banyak detail nutrisi yang harus diterima anak-anak dalam satu hari.

Makan terbagi 2 sesi. Makan siang dan cemilan sore. Makan siang pada pukul 11.30 siang dan cemilan sore pukul 15.00

Semua dibuat detail, berapa kandungan gizinya, dan apabila hari itu aina tidak makan makanan yang mengandung babi, maka akan diganti dengan makanan yang setidaknya memiliki kandungan protein yang sama. Padahal ya, saya pernah berpikir dan mau mengatakan, “kalau menu hari ini daging babi, anak saya diganti telor ceplok juga tidak apa-apa ko”.. Untung saya urungkan niat itu.. 😅

Setelah pertemuan soal makanan selesai, betapa saya merasa sangat lega, karena orang baik jauh lebih banyak daripada orang-orang yang berpikir buruk tentang Islam. Ternyata, kita akan selalu diberikan kemudahan apabila kita mau mematuhi aturan sebagai muslim.

Akhirnya, setiap satu bulan satu kali, ada pertemuan pembahasan soal makanan Aina. Menu apa aja yang akan muncul dibulan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s