Mba tri..

Guru adalah pengalaman paling berharga. Saya punya pengalaman sedih namun manis kalau diingat kembali. Pengalaman yang menjadikan penyemangat dikala terpuruk.

Saya lupa tahun berapa tepatnya kejadian ini, tapi yang pasti ditahun itu saya harus cuti kuliah karena papa tidak ada uang untuk bayar semester. Mungkin sekitar tahun 2002-2003.

Saat itu, bermodalkan ijazah SMA, saya mencoba mencari pekerjaan. Saya bersama mba Tri. Mba tri tinggal berdekatan dengan rumah umi, suaminya baru saja meninggal kecelakan motor, dan anak mereka belum genap satu tahun umurnya. Mba tri harus berjuang mengesampingkan dukanya kehilangan suami, dia harus tersadar segera bahwa ada putri kecilnya yang butuh asupan gizi, susu dan banyak kebutuhan lain yang sudah menanti.

Kami berdua minim informasi soal lowongan pekerjaan, dan itu pun kali pertama saya mencari pekerjaan.

Papa tidak mendukung niat saya bekerja, beliau ingin saya diam dirumah, belajar atau membantu pekerjaan rumah umi. Tapi saya jiwa muda yang selalu berontak, semakin dilarang, semakin kuat keinginan saya untuk bekerja.

Rumah kami dibekasi, tapi kami pernah mencari pekerjaan sampai ketanggerang, entah daerah mana itu, pokoknya pelosok tanggerang.

Tapi tetap saja kami belum mendapatkan pekerjaan apapun. Dengan lunglai kami kembali ke bekasi.

Tepat di depan pintu tol bekasi barat, ada giant hypermart yang baru dibangun. Gedung perbelanjaan yang megah, dan mewah untuk ukuran kami saat itu.

“Masuk yuk, temenin aku belanja. Aku mau belanja popok nisa” perubahan raut wajah mba tri sangat tiba-tiba. Wajahnya cerah, dan senyumnya mengembang. Dengan langkah riang mba tri menyeret saya memasuki hypermart.

“Aku bawa troli satu ya, kamu bawa juga ya”

dengan penuh rasa bingung dan takut saya menurutinya.

“Mba, memang punya uang” dengan suara lirih saya bertanya

“Engga perlu uang kok, ambil saja yang kamu mau. Masukkan kedalam troli. Yang jelas mba tri tidak akan pernah mencuri. Jadi tenang saja”

Mba tri memasukan 2 kantung besar popok bayi untuk annisa putrinya. Beberapa kotak susu, makanan bayi dan banyak lagi barang-barang belanjaan yang dimasukan ke troli.

saya pun akhirnya mengikuti mba tri.

Saya masukan yakult beberapa blok, karena minuman ini hanya bisa kami minum ditanggal 25 setiap bulannya, tanggal dimana papa mendapat gaji. Saya masukan minyak goreng ukuran besar, supaya umi tidak mengeluh urusan minyak lagi. Beberapa kantung sosis, cemilan kesukaan adik-adik saya. Dan saat itu, saya merasa senang, saya merasakan ada tekanan didalam dada yang terangkat, ada rasa bahagia menyelinap. Kami pun tertawa, bercanda, sembari memasukan belanjaan kedalam troli masing-masing.

“Ok. Cukup kali ya.. ini bisa buat satu bulan. Jadi kita bisa santai engga perlu bolak-balik belanja.”

“Trus bayarnya gimana mba..??”

Sambil menoleh kekanan-kiri, mba tri mendorong troli yang penuh barang belanjaan tersebut ke pojok salah satu lorong rak belanjaan. Kemudian berjalan meninggalkan troli tersebut.

Kemudian saya melakukan hal yang sama.

“Maaf ya mas-mba, gara-gara kita jadi ada kerjaan tambahan” ucap mba tri sembari berlalu meninggalkan hypermart.

Sepanjang perjalanan, kami tertawa bersama, mentertawakan tingkah kami berdua, seolah-olah orang kaya yang punya banyak uang, yang kalau belanja tinggal comot tanpa berpikir nominal harga.

Pengalaman tersebut membekas kuat diingatan saya, meskipun sudah belasan tahun berlalu. setiap kali saya berbelanja di super market, saya selalu teringat mba tri. Mba, apakabar kamu.. dimana kamu sekarang ya..

Semoga kamu sudah bisa merasakan mendorong troli penuh dengan belanjaan, membayar belanjaan tersebut dan bisa dibawa pulang, tidak perlu lagi ditinggalkan di ujung lorong rak belanjaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s