Apakah bisa meringankan luka lewat tulisan..?? (1)

Aku sedang fokus untuk menyembuhkan luka goresan yang sangat dalam. Mungkin bagi kalian yang mengikuti tulisan ku dari beberapa tahun yang lalu, bisa membayangkan seperti apa pekerjaan yang aku lalui.

Kisah perjalanan musim dingin 2012-2013 terhenti di episode 7. saat itu, beliau membaca tulisanku dan meminta aku untuk berhenti menuliskan kisah-kisah itu, dan aku pun mengikuti permintaannya.

Ditahun 2015, aku memutuskan keluar dari perusahaan kirim uang yang banyak memberikan warna dalam hidupku di Jepang. Saat itu aku baru saja selesai masa cuti melahirkan, aina tepat berusia 17 bulan. Sejak desember 2014 aku kembali aktif bekerja di perusahaan merah itu. Tapi semua berubah. Aku diperlakukan seperti anak baru, padahal aku termasuk salah satu senior yang ikut membesarkan perusahaan merah itu. Latar belakang dunia kerja yang agak rasis, maka aku tidak ada hak untuk menjadi TOP level.

Bukan Septi namanya kalau harus mundur di situasi seperti itu. Aku tidak akan mundur satu langkahpun. Itulah aku. Mungkin karena waktu kecil umi selalu berkata “kalau berani lawan, kalau tidak berani pulang.” atau umi selalu menerapkan bahwa ketika aku bertengkar atau berkelahi dengan siapapun, kalau aku kalah serta pulang kerumah dalam keadaan menangis, maka tambahan pun aku terima. bisa jadi sendal melayang ataupun pukulan ringan aku terima. Bukan, umi ku bukan ibu yang jahat, bagi ku ibu ku seorang perempuan Hebat, tolong jangan berpikir bahwa ibu ku kejam. Akan aku ceritakan juga sosok ibu ku, nanti..

karena itulah, aku tidak pernah mau mundur apapun alasannya.. Tapi saat itu, suamiku mulai melihat kesehatanku menurun, mentalku terganggu. Aku mudah marah, meledak-ledak dan mulai menyebalkan. Satu hari seluruh wajah dan leherku timbul bentol-betol sebesar koin, banyak namun tidak gatal. Ternyata itu alarm tubuhku, mengisyaratkan bahwa ada yang tidak beres ditubuhku. Berat badanku turun drastis, dari 55kg tersisa hanya 40kg saja.

Sampai pada puncaknya, aku marah kepada pemimpin perusahaan itu, karena gajiku lebih rendah dari gaji anak baru, satu team denganku. Aku complaint, dan jawabannya membuat aku kecewa.

“berapa uang bayaran daycare aina-chan, nanti saya yang akan bayarkan ya..”

Aku tersinggung, kecewa, marah..
Coba lihat angka-angka transaksi yang aku bangun. Aku bekerja siang dan malam, bermalam di mobil, tapi apa yang aku terima. Penghargaan melalui Gaji pun tidak aku terima. Ketika aku menuntut angka yang layak untukku, tapi dibalas seperti pengemis. Hanya di kasihani.

Dan mana peran orang itu, senior ku, boss ku, atasanku. beliau yang mempekerjakanku siang dan malam. Tidak pernah membiarkan aku bisa libur dengan tenang. Selalu mengganggu hidupku. MANA..!!!

Sering sekali ketika aku libur, beliau datang ke apartemenku dan mengajak aku untuk pergi marketing.

“sept, kita lagi kejar target, nanti klo sudah achieve, gw yang bantuin lo ke K san untuk minta naik gaji. percaya deh sm gw”

Pernah juga aku harus membatalkan acara bersama teman-temanku. Saat itu musim panas, pesta kembang api dimana-mana. Aku dan beberapa temanku mendapatkan kesempatan untuk menikmati pesta kembang api di dalam kapal pesiar, dan kami akan menggunakan yukata (baju tradisonal Jepang di musim panas). Aku sangat senang dan menanti saat itu. Tapi ketika mendekati hari H, beliau meng HARUSKAN aku untuk pergi marketing dengan alasan ;

“mereka pelaut sept, sedang sandar. kalau engga sekarang ya 3 bulan lagi baru bisa daftar. ayolah kan lo bisa pergi lagi nanti. kita harus cepat achieve nih, mau naik gaji kaga lo”

Dengan sangat terpaksa, aku batalkan janjiku dengan teman-teman.

Persetan dengan semua itu. Saat menulis ini pun, luka ku terasa perih kembali. Jahatnya.. aku berharap anda membaca ini pak. ini luka ku pak. Anda mungkin bisa terlihat tenang, tapi di lubuk hati anda yang terdalam, anda tau bahwa anda melukaiku, sangat dalam.. Anda merebut banyak kesenanganku, kehidupan normalku hanya demi ambisi anda.. Dan anda sekarang menikmati keringatku, bertingkah bak orang yang sudah TOBAT, berkoar-koar bahwa ketika orang Hijrah akan banyak cobaan yang datang. Aku bukan bagian cari cobaan untuk anda, aku menuntut keadilan atas perilaku anda. Tobat dan Hijrah dari hati itu berbeda implementasinya. Tobat dan Hijrah dari hati itu adalah menghampiri dan mengakui salahnya dimasa lalu dan memperbaiki segalanya disaat ini serta kedepannya, bukannya mem-block sosial media orang masa lalu dan berkoar-koar “SAYA SUDAH HIJRAH”

Tubuhku melemah, emosi di dada menggerogoti dagingku. Dan suamiku akhirnya membawaku ku kedokter untuk memeriksakan apa yang terjadi pada diriku.

Ginjalku terganggu. jumlah bakteri di ginjalku tidak stabil. kondisi ginjalku seperti ginjal seorang pecandu alkohol, padahal aku bukan penikmat alkohol. Kondisi ini membingungkan si dokter. saat itu solusi tercepatnya adalah “jangan stress”.

Untuk menghindari stress, aku memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut. Beberapa hari berikutnya, aku langsung mengajukan surat pengunduran diri. Ternyata, itu bukan akhir dari stress ku, tapi awal dari luka baru.

Team Indonesia di perusahaan itu mengundurkan diri, hanya seorang senior ku dan seorang junior ku yang bertahan disitu. Aku, beliau dan beberapa orang lainnya memilih keluar dari situ. selain aku, beliau dan team Indonesia lainnya masuk ke perusahaan remittance berbendera biru, dan aku memilih untuk meninggalkan dunia remittance. Aku bekerja di perusahaan digital marketing yang berkantor di daerah Shibuya.

Aku akan terus menulis, akan aku keluarkan semua racun dalam tubuh. Akan kita lihat bersama, apakah bisa meringankan luka lewat tulisan..??

2 Comments

  1. Menghilangkan luka adalah dengan memaafkan. Trauma pasti ada. Rasa takut dikhianati lagi pasti ada. Tidak ada yang pasti tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua hanya sementara. Teman dekat bisa jadi musuh, suami istri bisa cerai, adik kakak bisa berpisah. Jalani saja hidup penuh cinta. Sehingga ketika suatu saat kita kehilangan orang itu, cinta kita tetap tinggal.

    Ngomong emang gampang tapi coba kita ubah mindset. Pengalaman itu hanyalah asupan buat Septi jadi pribadi yang kuat. Mencoba berterimakasih bahwa tanpa pengalaman tersebut mungkin kesempatan yang sekarang blm tentu datang.

    Coba katakan dlm hati “Aku tidak butuh maaf darimu tapi aku sudah memaafkanmu.” Karena hadiah yang kudapatkan dr hidup lebih dari rasa pedih yg kau sebabkan

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s