Makanya jangan sok tau…

Masa-masa dimana awal aku datang ke Jepang, khususnya datang ke Tokyo itu, banyak hal yang lucu-seru dan menggelitik. Satu waktu aku ada tugas kuliah yang harus berpasangan, dan saat itu aku mendapatkan pasangan orang Mongolia. Karena asramaku lebih jauh dari kampusku, maka kami memutuskan untuk datang ke apartemen si cewek mongolia ini.

Setelah selesai kuliah, kami bergegas menuju apartemen si Mongolia untuk membahas tentang tugas kami. sekitar 2 jam kami kerja kelompok, dan tibalah saatnya aku pulang.

Dari apartemen temanku, aku harus berjalan kaki menuju stasiun sekitar 7 menit. Saat itu sedang masuk musim gugur dan suhu sudah mulai turun sekitar 12 derajat celcius. Suhu yang cukup bikin bulu bergidik kalau tertiup angin sepoi-sepoi.

Dari stasiun tempat apartemen temanku berada, aku harus mengganti kereta satu kali untuk bisa menuju stasiun daerah asramaku, dan kereta berwarna kuning itu yang akan mengantarkanku kestasiun tersebut. Tanpa pikir panjang, setibanya di stasiun, aku langsung naik kereta yang berwarna kuning dan duduk manis didalam kereta tersebut, kereta saat itu tampak lowong. Tiba di stasiun selanjutnya, aku mendengar announcer mengumumkan sesuatu yang sangat panjang, tapi aku saat itu belum memiliki kemampuan untuk memahami apa yang orang-orang Jepang katakan, intinya masih OON.. Dan aku tidak menaruh curiga kenapa semua orang turun dari dalam kereta. hinga di gerbong itu hanya tersisa aku saja. setelah pintu tertutup, selang beberapa detik pintu di lawan arahnya terbuka, dan banyak orang-orang yang naik kembali ke dalam kereta. Aku merasa tenang.

Kemudian kereta pun bergerak kembali, tapi tidak menuju stasiun yang aku tuju melainkan balik arah kembali ke stasiun tempat apartemen temanku berada. Aku panik, segera ketika pintu terbuka aku meloncat turun. Kemudian aku mencari kereta kuning selanjutnya, tanpa aku baca kembali aku masuk ke dalam kereta kuning. Kali ini aku tidak duduk, tapi berdiri di dekat pintu, berjaga-jaga kalau si kuning ini tidak sampai ke stasiun tujuanku. Dan benar saja, ketika tiba di stasiun berikutnya kembali suara announcer kereta yang panjang mengumumkan sesuatu di ikuti oleh orang-orang keluar dari dalam kereta. Aku pun ikut turun, kali ini aku merasa bangga, aku tidak salah kereta. Tapi saat itu aku juga sadar

“Bloon banget sih septiiiii… kan ada tulisannya di badan kereta, tujuan akhir kereta ini kemana.. masa sampe salah dua kali baru kepikiran buat baca…!”

aku tidak jadi bangga, malah aku merasa sangat BODOH..
seandainya dari awal aku mau baca ya… hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s