Festival musim panas Favorite

Tahun ini, summer di Tokyo terasa sangat berbeda, kurang berwarna.
Biasanya, kami sekeluarga sangat menantikan dua festival yang setiap tahunnya di gelar di area rumah kami. Tapi tahun ini, karena pandemik, semuanya berhenti.

  1. よさこい祭り Yosakoi Festival.
    Festival yang pertama kali di gelar di kota kochi pada tahun 1954, akhirnya menjadi salah satu festival yang populer dan di selenggarakan hampir di seluruh Jepang. Tarian Yosakoi ini berkelompok, mereka menari dengan gaya yang sangat enerjik dengan iringan musik tradisional Jepang. Yosakoi juga merupakan acara populer selama festival olahraga yang diadakan oleh sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah di Jepang. Peserta Yosakoi terdiri dari pria dan wanita dari hampir semua usia – terkadang dalam satu tim.
    Aku dan suamiku sangat menyukai pertunjukan ini, dan selalu menantikannya. Yosakoi festival ini ada yang selalu di selenggarakan di taman dekat area apartemen kami, tiap tahun kami tidak pernah melewatkannya. Ada juga Yosakoi international festival yang diselenggarakan di omotensando harajyuku, dan menurut informasi yang aku terima bahwa ada rombongan orang Indonesia juga yang ikut berpartisipasi.
    Festival ini memang sangat meraih karena pesertanya menggunakan seragam berwarba-warni, membawa bendera dan juga umbul-umbul. Selama pertunjukan, mereka menari sambil meneriakkan yel-yel team mereka.
    Tapi karena pandemik ini, musim panas tahun ini sangat berbeda. Karena menghindari percepatan penularan virus Covid19 ini, maka Yosakoi Festival di tiadakan.
  2. 夏祭り Summer Festival
    Didaerah apartment kami, acara summer festival digelar setelah yosakoi festival usai. Dilapangan luas, semua orang berkumpul, banyak yang mengenakan yukata (pakaian khas musim panas untuk perempuan) dan Jimbe (pakaian khas musim panas untuk laki-laki). Ada panggung yang diisi oleh anak-anak muda dengan mempertunjukan menari atau bernyanyi dan ada juga band.
    Dilengkapi dengan yatai (warung)yang menjajakan makanan, pernak-pernik ataupun mainan anak-anak. Sungguh acara festival ini seperti pasar malam, sangat menyenangkan. Setelah malam tiba, akan ada bon-odori (tarian bon). Obon itu sendiri merupakan tradisi dari agama Budha untuk menghormati arwah leluhur. Momen ini mereka gunakan untuk berkumpul bersama keluarga dikampung halaman dan mengunjungi serta membersihkan kuburan leluhur mereka, serta percaya bahwa arwah leluhur diharapkan mengunjungi kembali altar yang ada di dalam rumah. Kemudian mereka merayakannya dengan menari bersama, membentuk lingkaran dan bergerak mengikuti irama yang dimainkan oleh pemain alat musik yang berada dipanggung. Sangat menyenangkan.

Tapi tahun ini semua berbeda, kita harus bahu-membahu membantu memutus mata rantai penyebaran Virus Covid19 ini. Semoga segera menemukan vaksin dan dunia segera kembali normal. Amin

Salah satu performer dari Yosakoi Festival
Bendera dan umbul-umbul salah satu perlengkapan yang menambah penampilan jadi meriah
suasana malam diacara summer festival
Acara summer festival
Bon-odori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s