Day 1; Bagiku, personality adalah hasil pembentukan dari doa dan ikhtiar

Nama ku Septi Rahmawati, di lingkungan keluarga dan teman kecilku, semua memanggilku Rahma dan ketika beranjak Sekolah Menengah Pertama, aku meminta orang untuk memanggilku Septi.

Saat ini, teman-teman kecilku berusaha mengubah panggilan mereka padaku dari Septi menjadi Rahma, tapi aku selalu menolak. Karena bagiku, teman kecilku punya posisi yang berbeda di dalam ruang memori ku. Tidak akan aku ijinkan memori itu terhapus oleh waktu.

Aku sangat menghargai kenangan, karena dengan kenangan aku merasa memiliki bahan bakar untuk menggerakan tubuh dan otakku, agar bisa bergerak lebih baik lagi.

Aku tumbuh ditengah keluarga yang sangat sederhana, kami tidak kekurangan tapi tidak juga berlebih. Aku selalu diperlihatkan arti kerja keras oleh almarhum Papa, waktunya didedikasikan untuk pekerjaannya, karena beliau bukan pejabat ataupun pemangku kedudukan yang bergaji besar, sedangkan ada 6 orang anaknya yang harus di biayai, maka lembur lah jawabannya. Dari beliau juga aku melihat bahwa ikhtiar tanpa doa maka suatu yang sia-sia. Di sela-sela waktu luangnya, beliau persembahkan untuk agamanya.

Papa selalu berada di mushola kecil didepan rumah kami. Seingatku, pertama kali aku makan bersama di restoran adalah ketika hari aku menjadi sarjana, sebelum itu tidak pernah ada agenda makan diluar untuk perayaan apapun. Dan di dalam memory ku, sedikit sekali waktu yang papa habiskan dengan ku, atau mungkin nyaris tidak ada. Memori yang aku punya hanyalah suara merdu almarhum papa ketika adzan dan melantunan ayat suci al-quran, hampir tidak ada suara papa ketika memarahiku ataupun menasehatiku, karena bagian ini secara tidak tertulis menjadi area umi ku.

Dengan masa laluku itu, aku tumbuh menjadi pekerja keras dan aku berusaha menjadi pekerja cerdas. Papa pernah berkata “kepala jadi kaki, kaki jadi kepala papa akan lakukan demi anak-anak papa sekolah. Supaya anak-anak papa bisa bekerja dan dapat posisi yang bagus serta gaji yang layak.”

Pesan itu terus terngiang. Sekarang aku berada di Jepang, di kota yang menjadi impian banyak orang, di Tokyo. Bukan tanpa alasan, bukan tanpa perjuangan, dan bukan tanpa doa.

Aku berada disini karena doa kedua orang tua ku, doa kedua mertua ku, doa seluruh keluarga ku. Hasil kerja kerasku, dan hasil doa ku disetiap sujudku.

One Reply to “Day 1; Bagiku, personality adalah hasil pembentukan dari doa dan ikhtiar”

  1. pinkuonna says:

    Jadi kangen wisuda lihat foto di atas 😊😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.
%d bloggers like this: