Day 3; A memory.. Kekuatan Kenangan

Di umur yang sudah mendekati 40 tahun, banyak sekali kenangan yang sudah terekam dalam otakku. Kenangan indah maupun kenangan buruk. Di tulisan sebelumnya, aku menuliskan bahwa “Aku sangat menghargai kenangan, karena dengan kenangan aku merasa memiliki bahan bakar untuk menggerakan tubuh dan otakku, agar bisa bergerak lebih baik lagi.” Akan aku uraikan, mengapa aku bisa berpikir begitu.

Aku akan menceritakan kenangan pertama kali aku makan Pizza. Itu merupakan kenangan indah bagiku. Orangtuaku saat itu kecil kemungkinan untuk mengajak kami sekeluarga makan di restoran mahal. Untuk sekedar makan bakso saja, kami hanya bisa makan bakso gerobak yang keliling di komplek kami. Dan Papa sudah berpesan kepada sang penjual bahwa ketika kami, anak-anaknya makan bakso, lalu ada anak tetangga yang sedang bersama kami, anak itu boleh ikut makan bakso bersama kami, di akhir bulan papa akan membayar tagihan tersebut.

Jadilah kami hanya bisa makan bakso keliling, tidak ada budget makan bakso di warung bakso apalagi makan Pizza.

Di sekolah Menengah Pertama, aku memiliki seorang sahabat, dia anak orang kaya, barang-barang yang digunakan selalu bagus. Gadis ini cantik, berkulit putih dan bermata bulat, tapi banyak teman-temanku yang tidak menyukai anak ini, panggil saja dia Mira. Mira dikenal judes dan sombong, tapi entah kenapa aku tidak pernah melihat hal itu dari Mira. Aku sangat nyaman berkawan dengan Mira, dan Mira sangat baik kepadaku.

Satu hari, Mira mengajak ku ke mall di daerah rumah kami. Mall itu besar dan baru saja buka. Aku sangat ingin masuk ke Mall tersebut, tapi lagi-lagi, aku tidak ada uang. Uang jajanku hanya cukup untuk angkot pulang-pergi saja, jadi tidak bisa jajan apapun di dalam Mall tersebut. Aku mengatakan hal tersebut kepada Mira, bahwa aku tidak ada uang untuk jajan, jadi aku tidak ingin ikut menemani Mira.

Mira tetap memaksaku, dan dia berjanji akan mentraktirku jajan. Akhirnya aku luluh dan ikutlah aku pergi ke Mall bersama Mira. Pertama kalinya dalam hidupku, aku pergi ke Mall.

Setibanya disana, Mira langsung mengajakku masuk ke restoran Pizza Hut. Restoran yang selama ini hanya bisa aku lihat seliweran di Televisi. Seperti mimpi..

Mira bertanya pada ku, apa yang ingin aku makan, aku hanya menggeleng tidak tahu apa yang harus ku pesan. Akhirnya Mira memesankan satu Pan besar Pizza dengan toping berbagai macam daging dan sosis, tidak lupa Mira juga memesanku segelas Milk Shake berwarna Pink. Lezat sekali. Pertama dalam hidupku, aku merasakan makanan mewah dan minuman yang manis selain es teh manis.

Setelah makan, Mira mengeluarkan sebuah dompet berwarna hitam dan ada logo ESPRIT. Isi dompet itu penuh sesak, ada sebuah kartu ATM dan juga lembaran uang bertumpuk, yang tidak mungkin aku miliki di tahun itu. Mira membayar semua makanan itu, dan meninggalkan tip untuk pelayan. Aku sangat terpukau dengan gaya Mira hari itu. Kenangan ini terus tersimpan rapih di dalam otakku. Dan aku punya cita-cita, ketika aku sudah bekerja dan memiliki uang, maka aku akan mengajak Mira makan kembali ke Pizza Hut dan aku yang akan bayar.

Aku terus berusaha memperbaiki kwalitas diri dan hidupku, agar kelak aku bisa mengajak anak-anakku makan di restoran bagus, bukan hanya makan bakso gerobak. Aku ingin anak-anakku seperti Mira, bisa berbagi kebahagiaan kepada teman-teman mereka, aku tidak ingin anak-anakku merasakan seperti aku, menjadi orang yang di traktir.

Cita-cita untuk mengajak mira makan di restoran Pizza Hut sampai saat ini belum terealisasi, karena aku tinggal di Tokyo dan Mira tinggal di kota yang ada di pinggir Jakarta. Tapi insyaAllah, satu saat nanti ketika aku sudah bisa pulang ke Indonesia, maka akan aku sempatkan waktu untuk mengenang masa itu bersama Mira.

Sampai saat ini, setiap aku makan Pizza Hut, aku selalu ingat kenangan bersama Mira. Suamiku sampai bosan karena setiap kali makan Pizza Hut, di gigitan pertama, aku selalu mengulang kisah ini.
“kamu tau engga, sayang.. aku tuh dulu pertama kali makan Pizza di traktir sama Mira loh…….”

Ya, bagi ku kenangan adalah harta karun yang sangat berharga, sumber bahan bakar yang tidak terlihat dan menjadi kekuatan untuk melangkah kedepan dan melakukan yang terbaik.

1 Comment

  1. Ya Allah, aku juga punya kenangan khusus sama Pizza Hut lho, dan udah aku ceritain juga di blog kemarin di edisi challenge “Your School”. Pizza Hut jadi memori tak terlupakan saat aku kuliah 🙂

    Like

Leave a Reply to pinkuonna Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s