Day 6; Single and Happy. Single traveler

Aku mendapatkan julukan “一匹狼” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi seekor serigala. Serigala lebih sering mengembara sendiri dibanding berkelompok, sendiripun, dia tetap serigala.

Sebelum pergi ke Jepang, aku memiliki teman-teman dekat, sangat dekat karena kami bersama semenjak SMA. Setelah lulus SMA, kami berpencar menempuh pilihan hidup masing, namun masih sering berkumpul, sangat sering. Sampai satu ketika ada kejadian yang membuat mereka menjauhiku, dan itu murni FITNAH. Awalnya aku sangat sedih, tapi aku tidak ingin berlarut dalam kesedihanku. Aku segera bangkit, dan FITNAHAN itu jadi cambuk untukku agar bisa lebih maju lagi. Sang pem FITNAH tidak akan bisa dilawan dengan kata-kata, maka akan kubuktikan dengan kesuksesanku menjalani hidup ini.

Mulailah aku berjalan seorang diri, tanpa teman dekat. Dan aku pun tidak ingin mencari teman dekat lagi, bagiku itu buang-buang waktu. Aku fokus akan tujuanku. 1 Oktober 2009, aku menginjakan kaki di bandara Narita Jepang. Mulailah perjalanan hidupku, sendiri, hanya bertemankan dengan doa dari seluruh keluarga ku tercinta.

I’m single and happy. Alloh menyiapkanku untuk bisa hidup di rantau sendirian, menjadi lebih kuat, dan akhirnya menikmati ke sendirianku serta merasa bahagia.

Ketika libur kuliah dan libur kerja paruh waktu, aku sering berjalan-jalan sendirian. Awalnya hanya seputaran asrama dan seputaran kampus. Lama kelamaan ke tempat yang lebih jauh lagi. Aku menikmati sudut-sudut kota Tokyo, melihat orang lalu lalang, duduk di coffe shop sambil membaca buku. Banyak hal yang bisa kulakukan dengan sendiri, dan aku sangat menikmati waktu-waktu tersebut. Masih banyak tempat yang ingin ku jelajahi sendirian.

Setelah lulus kuliah dan bekerja. Ketika ada hari libur, aku selalu menyempatkan berjalan-jalan keluar apartemen. Satu waktu aku pernah duduk di sebuah coffe shop di ujung perempatan shibuya crossing berjam-jam. Menikmati pemandangan orang yang lalu lalang bagaikan semut yang bergerombol.

Hingga pada akhirnya aku menikah, hamil dan memiliki dua orang anak perempuan. Hilang lah hobi jalan-jalan sendirian. Sekarang ketika hari libur, jalan-jalanku seputaran taman bersama pasukan kecil dan suami. Ternyata berbeda kepuasannya. Keduanya sama-sama menyenangkan dan menenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.
%d bloggers like this: