Day 8; Power of Music

Hampir satu minggu project 30 days writing terhenti. Ada banyak kegiatan yang menyita waktu dan pikiranku, hingga untuk memulai mengetik saja menjadi sangat sulit. Akhirnya hari ini aku bertekad menyelesaikan satu tema lagi, tentang Power of music

Salah satu cita-cita ku dari kecil yang tidak mungkin ku raih adalah menjadi penyanyi. Karena suaraku sungguh FALS, jelek, sulit sekali menyamakan dengan nada, jadi sangat tidak mungkin aku bisa menjadi penyanyi. Padahal kategori suaraku termasuk suara yang berat, mungkin bisa dibilang bass atau Alto ya, aku juga kurang paham detilnya jenis suara penyanyi. Jadi orang-orang sering salah menilai, mereka pikir aku penyanyi ber genre Jazz, padahal tertawa saja aku fals.

Jaman SMA, aku pernah bergabung di sebuah band yang seluruh pemain alat musiknya perempuan, dan vokalisnya laki-laki. Kami sering bermain musik di acara-acara pentas seni di SMA sekitar bekasi. Dan aku menjadi pemain bass. Betapa bangganya aku saat itu, paling tidak aku bisa menjadi pemain band, meskipun bukan vokalis band.

Aku memutuskan untuk belajar bermain gitar dari teman dekatku di SMP, karena aku malu kalau sedang bermain dengan teman-teman, para cewek-cewek bisa bernyanyi dengan merdu, minimal suaranya bisa masuk dengan suara alat musik yang lain, sedangkan aku hanya diam termangu. Lalu aku mulai mengenal alat musik bass ketika masuk SMA. Pacarku dulu yang sekarang sudah menjadi suamiku, memiliki studio musik pribadi, jadi aku dan grup band ku sering main di situ. Dan pacarku inilah yang sering mengajarkan ku bermain bass.

Tapi cita-citaku menjadi penyanyi tidak pernah luntur, walaupun aku sadar bahwa itu sangat tidak mungkin. Suamiku sering menyaranku untuk ikutan les vocal di Tokyo, tapi aku terlalu malu untuk mendaftarkan diri belajar bernyanyi.

Aku sering mendengarkan musik menggunakan headset, dan membayangkan bahwa aku meng cover lagu itu. Semakin aku hanyut dalam lagu tersebut, semakin kencang pula lantunan suaraku, seolah-olah suara yang keluar dari headsetku adalah suaraku, sungguh merdu.

Hingga pernah satu hari suamiku menegur, “pelan-pelan nyanyinya, aina lagi tidur”

Dan aku tersadar dari khayalanku, aku malu…

Sering sekali aku melihat orang-orang dikereta, menggunakan head set yang awalnya bersenandung kecil namun lama kelamaan bernyanyi dengan suara yang cukup kencang terdengar. Sepertinya terhanyut dalam lagu tersebut, mungkin juga seperti aku, membayangkan kalau dia yang sedang menyanyikan lagu tersebut disebuah konser musik. hehehe…

Itulah Power of Music

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.
%d bloggers like this: