Day 11; Talk about your siblings.

Aku memiliki 4 orang adik perempuan dan 2 orang kakak laki-laki. Abang ku yang pertama, sempat lama tinggal bersama nenek dari pihak umi di bogor. Tapi, ya kembali lagi kerumah kecil kami, berkumpul bersama.

Masa kecilku lebih sering bermain dengan abangku yang kedua. Dari kecil kami sering menghabiskan waktu bersama, aku selalu jadi buntut abangku, dan abangku tidak pernah marah kalau di buntuti. Dan ketika kuliahpun kami satu kampus, aku mengambil jurusan sastra Jepang dan abangku mengambil jurusan ekonomi.

Kami 6 bersaudara, berasal dari bibit dan rahim yang sama, tapi tetap saja kami memiliki sifat dan warna kulit yang berbeda. Kedua abangku dan adikku yang nomor 2 berkulit putih dan berhidung mancung. sedangkan aku, adik ku yang pertama serta si bontot, berkulit gelap dan berhidung kecil alias pesek. Perbedaan fisik ini sering menjadi olok-olokan antar kami. Adik kedua ku adalah satu-satunya anak perempuan dikeluarga kami yang berkulit putih, jadi dialah sasaran bully dari aku dan kedua orang adikku. Kami sering bilang klo dia anak yang ditemukan oleh umi dan papa di pasar. Dia sering menangis ketika kami olok-olok seperti itu, hingga membuat umi ku marah besar kepadaku dan dua adikku yang lain. Kalau kami mengingat kenangan itu, kami sering tertawa terbahak-bahak.

Karena aku anak perempuan pertama, masa kecilku banyak kuhabiskan untuk membantu umi mengurus adik-adik. Sering sekali aku marah dan menangis apabila di minta untuk membantu menjaga ketiga adikku, namun sekarang, merekalah yang paling sibuk membantu mengurus anak-anakku. Ketika aku mudik, mereka mengurus segala kebutuhan anak-anakku. Mulai dari mandi pagi sampai dengan anak-anakku tidur dimalam hari. Dan aku sangat bersyukur memiliki mereka dalam hidupku.

Saat kami berjauhan pun, mereka selalu memberikan dukungan kepadaku, melalui video call ataupun chatt messenger. Mereka support system ku yang paling utama.

Adik ku yang paling bontot terpaut 10 tahun usianya denganku, dan dia lah “ekor” ku. Kemanapun aku pergi, si bontot ini yang selalu ingin ikut. Hingga aku ke Jepang pun, dia yang mengikuti jejakku kuliah di Jepang. Namun harus pulang ke Indonesia dengan alasan menemani umi setelah meninggalnya papa.

Ketika aku sudah memasuki bangku kuliah tingkat awal, papa mulai memberikan izin pergi keluar rumah dengan pacarku, namun dengan catatan jam 10 malam sudah harus ada dirumah. Si bontot seperti biasa selalu ingin ikut denganku. Ini kencan pertamaku, mana mungkin aku mengajak adikku. Aku merajuk pada umi, untuk membantu membujuk si bontot agar tidak perlu ikut. Tapi dia malah menangis keras sekali, aku dan umi khawatir tangisannya malah membuat papa ku marah dan berubah pikiran.

Kami pun akhirnya bermain ular tangga berempat, aku, umi, pacarku (yang sekarang jadi suamiku :P) dan di bontot. Tiba-tiba umi membawakan gelas berisi air putih dan sebutir obat. Adikku ini senang sekali minum obat, aku tidak tahu alasannya.. unik memang adik bontotku ini.

“De, pilek ya. nih minum obatnya” pinta umi, sembari menyodorkan segelas air putih dan sebutir obat. Dengan mudah adikku langsung meminum obat tersebut.
Kurang lebih lima menit kemudian, si bontot terkantuk-kantuk namun masih berusaha untuk tetap terjaga. Lucu sekali gayanya menahan kantuk.

Akhirnya, dia tidak kuat menahan kantuk, minta di peluk oleh umi dan sejurus kemudian tertidur.

“ayo cepat jalan sana, nanti kemalaman.”perintah umi.

Aku dan pacarku segera bergegas untuk pergi kencan.

Ke esokan harinya, umi bercerita bahwa obat yang di berikan kepada adikku adalah obat gatal yang memang biasa di minum oleh adik ku. Adik ku alergi debu, ketika alergi datang badannya merah semua. Dokter memberinya obat gatal yang berefek samping kantuk.

Mendengar itu, aku dan pacarku tidak berhenti tertawa. Hingga saat ini, kejadian tersebut selalu kami bahas, dan si bontot masih kesal dengan ulah umi..

Banyak kejadian lucu dan menggelitik yang pernah terjadi antara aku dan kelima saudaraku. Kami sering bertengkar, sering memaki satu sama lain, tapi kami sadar bahwa kami berasal dari rahim yang sama, berasal dari bibit yang sama.

One Reply to “Day 11; Talk about your siblings.”

  1. pinkuonna says:

    Hi..hi, pintar banget deh Uminya bikin si Adik ga jadi ikut kencan 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.
%d bloggers like this: