What doesn’t kill you, makes you stronger

Aku menulis ini disela-sela sibuknya pekerjaan ku hari ini. Pekerjaan inti di perusahaan tempat ku bernaung, ditambah lagi pekerjaan project tenaga kerja dan juga ada project besar yang sedang kami rumuskan.

Seminggu lalu, aku dan suami menerima cerita lengkap tentang bagaimana project perdana kami sebagai perusahaan start up di Jepang di depak, sleding, jorokin oleh kawan kami sendiri. Kejadian itu hanya berselang beberapa bulan setelah aku dan suamiku serta sahabatku menyadari bahwa kami tidak akan mendapatkan bagian saham diperusahaan yang kami bangun bersama.

Sudah jatuh, tertimpa tangga, tangganya dari besi, bikin kepala benjol dan tulang-tulang terasa remuk. Hancur dan sakit rasanya. Tapi saat itu, kami menyadari bahwa lebih banyak kesalahan kami berdua. Kami menyadari bahwa kami terlalu terburu-buru setelah di depak dari perusahaan, kami langsung keruk uang untuk membuat perusahaan sendiri, mendapatkan project dari perusahaan yang sama dengan si Beliau.

Kami berdua berusaha bangkit dan menata diri, hati dan kehidupan. Aku berjuang untuk mengobati rasa sakit hati ini.

Kemudian, kabar itu datang. Kabar bahwa kegagalan kami mendapatkan project pertama sebagai perusahaan start up di Tokyo, karena memang ada orang-orang yang sengaja menggagalkan kami, orang-orang itu menginginkan project kami dan berharap kami hancur.

“kak, lo tuh ada pahala gede banget. Mereka kan engga akur tuh, tapi gara-gara punya satu visi mau ngancurin perusahaan lo, maka mereka jadi akur dan bersatu” lapor kawan lamaku itu.

Malam itu, aku menangis tersedu-sedu di stasiun kereta dekat kantor, betapa sakitnya hati ini menyadari bahwa ternyata mereka memang sejahat itu. Suamiku pun ternyata meneteskan air mata, dia merasakan hal yang sama. Betapa naifnya kami, berharap bahwa mereka tidak sejahat tampilan peran anatagonis di sinetron atau drama korea. Berharap bahwa peran-peran jahat itu hanya rekaan penulis scrip semata, tidak ada di dunia nyata. Ternyata kami salah besar 😦

Orang itu selain menggagalkan kami, mencuri project kami, menusuk kami, mengcopy ide kami, dan memperalat orang untuk kepentingan pribadi. Namun, dia juga tidak bisa mendapatkan project itu, karena aturan yang melarang “orang dalam” menjalankan perusahaan pribadi. Dan dia memilih tetap berada di dalam. dengan alasan “kalau saya engga didalam, nanti perusahaan saya ada yang jegal”.. Nikmatilah rasa was-was itu, kejahatan dan kelicikan yang dia buat, membunuh rasa aman dan kepercayaan diri nya sendiri.

Kami sepakat untuk tidak membalas kejahatan mereka, karena masa depan kami jauh lebih berharga.

“injek injek sept, dengan prestasi!”

ini bahan bakar yang kami miliki.

Nama perusahaan yang sedang aku pegang saat ini, mulai berkibar sedikit demi sedikit di Jepang, angka-angka tiap bulan membuktikan bahwa aku sanggup membawa team baru ku mengibarkan bendera ini ditengah pandemik yang menghajar bumi ini.

Mereka mulai panik, dan mulai masuk intimidasi-intimidasi kecil kearah kami. Ini tidak membuatku mundur, malah makin membuat aku yakin bahwa Allah maha besar, tidak ada yang bisa menggoyahkan ketetapannya. Aku harus melewati kalian, menghadapi kejahatan kalian hanya untuk bisa menjadi pribadi yang jauh lebih kuat. Amin

What doesn’t kill you, makes you stronger 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.
%d bloggers like this: