Cerita masuk SD di Jepang – 1

Tidak terasa kami sudah memiliki anak SD, yang artinya kami berdua sudah bertambah usia, kami menua.

Persiapan aina masuk Sekolah Dasar di Jepang itu gampang-gampang susah. Gampangnya, kami tidak perlu daftar atau mencari sekolah untuk Aina, karena semua sudah di siapkan oleh pemerintah daerah tempat kami tinggal. Kecuali kalau ingin sekolah di sekolah swasta, semua di urus sendiri.

Surat yang menyatakan aina akan sekolah di SD yang mana, dan apa saja yang harus di lakukan, dikirimkan ke apartemen kami.

Bulan oktober 2020, surat tersebut datang. Aina diterima di SD negri yang jarak dari apartemen kurang dari 5 menit. Ada jadwal yang mengharuskan orangtua dan calon murid datang ke sekolah, agenda pertama adalah perkenalan sekolah dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan calon muridnya.

Aku datang berdua dengan aina. Aina di bawa keruang kelas dan kami orangtua murid duduk di gedung olahraga untuk mendengarkan arahan dari kepala sekolah. Gedung olahraga sedikit terpisah dengan ruang kelas. Di dalam gedung olaharaga ini terdapat panggung yang sepertinya biasa di gunakan untuk acara pentas seni. Terdapat juga sebuah grand piano di sisi kanan panggung tersebut.

Sekolah Dasar ini adalah sekolah negri. Gedungnya bagus, dan fasilitasnya lengkap. Mungkin klo di Indonesia, gedung ini adalah gedung sekolah swasta. Pemerintah Jepang sepertinya mengucurkan dana yang cukup besar untuk bidang pendidikan, karena selain gedung yang bagus, dan fasilitas yang lengkap, sekolah pun gratis, tidak ada pembayaran uang pangkal, uang seragam ataupun uang buku. Tidak ada juga uang kegiatan. Semua gratis. Plus anak-anak ini juga dapat makan siang gratis dengan gizi yang cukup terjamin.

Saat hadir di acara tersebut, ada beberapa dokumen yang harus di isi, dan semuanya dalam bahasa Jepang. Cukup membuat mumet kepala ini.

Sekitar 30 menit kami berada di ruang olahraga, mendengarkan kepala sekolah dan staff sekolah bergantian memjelaskan apa saja yang harus kami siapkan sebagai orangtua, terlebih lagi urusan administrasi. Bagi orang tua yang anaknya memiliki alergi makanan, di wajibkan mengisi formulir tambahan. Akupun segera menuliskan bahwa Aina alergi daging babi dan atau makanan yang mengandung lemak babi. Ternyata, Aina ini bukan anak muslim pertama di sekolah itu, sebelumnya ada juga kakak kelas yang beragama muslim. Maka beruntunglah aku, tidak perlu banyak menjelaskan lagi.

Seteleh selesai mendengarkan arahan, calon murid-murid pun di giring kembali kedalam gedung olahraga, kemudian bersama dengan para orangtua menuju ruangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Mulai dari berat badan, tinggi badan, pemeriksaan gigi. wawancara soal vaksin apa saja yang sudah di ambil. Dan wawancara dengan calon murid, untuk mengetahui kemampuan komunikasi si anak.

Sungguh aku merasa sangat bersyukur atas nikmat yang ini. Berbeda dengan masa kecilku dulu. Dimana gedung SD ku dulu itu, masih penuh dengan tanah merah, dan sangat sangat sederhana. Kalau hujan, becek sekali. hehehe..

Setelah selesai pemeriksaan, kami diberikan lagi jadwal selanjutnya yang akan membahas soal persiapan masuk sekolah.

Pertemuan selanjutnya di bulan februari 2021. Jarak yang cukup jauh antar pertemuan satu dengan yang lain, membuat aku lupa blasss.. 😦

Sebelum pertemuan kedua, aku coba cari info kesana-kemari soal apa saja yang harus dipersiapkan. Seperti buku tulis dan alat-alat tulis lainnya. Teman Indonesia maupun teman Jepang banyak yang mengingatkan bahwa jangan membeli buku ataupun alat tulis terlebih dahulu, karena biasanya setiap sekolah ada aturannya sendiri-sendiri. Seperti ada aturan menggunakan buku tulis dengan ukuran garis-garisnya berapa milimeter, atau ukuran pensilnya harus HB atau 2B.

Aku cukup kaget mendengar itu semua, sampai segitunya?????

Nanti akan aku lanjutkan ya bercerita tentang urusan Aina masuk SD, lumayan membuat keleyengan sih nih. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.
%d bloggers like this: