Perjalanan Hijab

Tahun 2009, aku meninggalkan Jakarta dan hijrah ke Tokyo. Salah satu kota Metropolitan terpadat di dunia. Aku datang membawa sejuta harapan dan cita-cita serta idealisme layaknya anak muda yang masih keras kepala. Pada kenyatannya minim pengalaman hidup.

Sembari kuliah, aku bekeja paruh waktu di sebuah restoran Indonesia. Lalu ada satu moment yang mengantarkan ku mendapatkan pekerjaan sebagai foto model sebuah perusahaan kosmetik dimana perusahaan itu akan membuat produk untuk pasar Indonesia.

Dari situ hidupku mulai berubah. Pekerjaan menjadi model amatiran dimulai, bekerja hanya 3 jam namun bayaran yang aku terima bisa setara dengan 10 jam bekerja sebagai pelayan restoran. Memiliki lingkaran pertemanan baru, dunia gemerlap yang tidak pernah aku rasakan. Hingga membuat urusan kuliahku sempat terbengkalai.

Bersyukur aku masih bisa menyelesaikan kuliah dengan baik.

Di tahun ke lima tinggal di Tokyo, aku sudah bekerja disebuah perusahaan internasional. Aku memutuskan menikah, tidak lama berselang kami dianugerahi seorang bayi perempuan. Saat itu aku mulai berpikir untuk menegaskan identitasku sebagai seorang Muslimah, supaya anak-anakku kelak akan memahami bahwa kami adalah keluarga muslim. Berusaha memdekatkan diri dengan sang Khalik. Namun rasa khawatir terlihat tidak keren, dan “tua” terus menghantuiku.

Tahun itu, masih belum banyak orang Indonesia yang menjual hijab, maka aku harus membeli dari Indonesia dan menitipkan kepada rekan-rekan yang kembali ke Jepang setelah berlibur ataupun bertugas ke Indonesia.

Di awal mengenakan hijab, aku cukup perduli dengan jenis bahan hijab yang ku kenakan, fashion menjadi pilihan selanjutnya. Karena ketika musim dingin, ada beberapa bahan hijab yang ku hindari, bahan tersebut seolah menyerap suhu dingin hingga membuat kepala ku seakan-akan ikut membeku, sakit sekali. Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai merasa terbiasa dengan bahan hijab tersebut. Kalau musim panas, hampir semua bahan hijab dari Indonesia bisa di kenakan, namun memang ada juga beberapa bahan yang tidak menyerap keringat, membuat tambah panas ketika kukenakan dimusim panas.

Mulai lah aku mencari-cari hijab yang nyaman ku kenakan di segala musim di Jepang. Semakin berkembangnya internet, memudahkan orang perantau sepertiku untuk berbelanja barang di tanah air. Ketika perjalanan pulang atau pergi ke kekantor, aku sempatkan membuka social media ataupun marketplace di Indonesia untuk mencari hijab dan fashion muslim.

Satu Ketika, mataku terpaku pada sebuah postingan di Instagram, seseorang membagikan sebuah artikel berita tentang fashion muslim bekerjasama dengan perusahaan printer. Ada satu kalimat yang membekas di kepalaku “Proses memahami sebuah kegagalan merupakan sebuah proses pendewasaan karya itu sendiri”.

Betapa sang designer sangat cerdas memahami arti sebuah kegagalan. Brand tersebut berkolaborasi dengan HP Stitch S500 dan mengusung tema “MATRIX EXPERIRI” yang merupakan konsep “Science Fiction Laboratory” membawa pesan moral bahwa sebuah proses menghasilkan inovasi bisa ada kegagalan dan keberhasilan, ditunjukan dengan warna-warna seperti ledakan di laboratorium yang nampaknya seperti kegagalan, padahal menghasilkan ledakan warna yang indah dan out of the box.

Pemikiran yang luar biasa. Dimana banyak orang melihat kegagalan adalah murni proses yang salah dan harus diulang atau perbaiki, berbeda dengan sang designer yang malah melihat kegagalan tersebut menjadi karya.

Mulailah otakku menghubungkan dengan harga yang harus dibayar untuk sebuah produk dengan konsep yang luar biasa ini, “pasti mahal”. Wajar memang, ide dan konsep adalah sebuah harta karun yang harus di bayar mahal.

Rasa penasaran menguasai, aku pun mencari tahu lebih detail produk tersebut. Tidak meleset sedikitpun dari perkiraanku, produknya cantik dengan penamaan yang memiliki arti mendalam.

Ada sebuah produk Hijab gradasi, dan aku merasa jatuh hati. Sang designer seolah memahami apa yang aku impikan. Dengan perpaduan gradasi warna yang lembut, menciptakan hijab yang elegan. Aku membayangkan ketika kukenakan dikepala, maka bisa kupadankan dengan banyak model pakaianku, di berbagai musim. Bahannya terbuat dari bahan Lavona Voal yang bisa kukenakan di sepanjang tahun. Dan yang membuat aku lebih terkejut adalah ternyata harganya tidak semahal perkiraanku.

“Aku bisa tampil modis dengan harga yang ekonomis” khayalku.

Ketika membaca nama brand produk tersebut, otakku berusaha menyerap dan mengartikan nama brand yang terpampang di laman Instagram.

@kainprinting, nama yang unik untuk sebuah produk fashion muslim. Kesulitan mencerna nama brand membuat aku merasa haus akan informasi tentang brand ini. Lagi dan lagi kucoba gali informasi tentang @kainprinting ini.

Di awal aku berpikir bahwa ini adalah nama sebuah produk kain atau kebaya, namun ternyata penamaan ini berawal dari sebuah harapan sang founder yang tidak hanya ingin menghasilkan sebuah hijab tapi juga banyak produk fashion yang bisa di eksplore melalui proses digital, maka beliau memilih nama @kainprinting sebagai brand fashion muslim yang terus mengusung tema “personalize”. Selain itu, untuk menyempurnakan tema tersebut, sang founder menyediakan “rumah” bagi para Pelanggan untuk bisa menikmati setiap produk @kainprinting dalam bentuk aplikasi.

Betapa perubahan kemajuan jaman sangat pesat, akhirnya aku menemukan jawaban dari kekhawatiran yang tidak pernah terpecahkan. Aku bisa tampil elegan, modis kembali tanpa harus melepaskan identitasku sebagai seorang muslim dan juga tetap ekonomis.

Terima kasih @kainprinting.

Pashmina Gradasi Resapan Hati

Untuk memudahkan berbelanja produk cantik dari @kainprinting, teman-teman bisa download dan install aplikasi @kainprinting di smartphone. Caranya bisa langsung klik pada tautan berikut ini;


Download dan install Aplikasi @kainprinting di Android :
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.laku.kainprinting


Download dan install Aplikasi @kainprinting di iOS :
https://apps.apple.com/id/app/kainprinting/id1460654977?l=id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.
%d bloggers like this: