Cerita masuk SD di Jepang- 2

Bulan februari adalah waktu pertemuan aina yang ke dua, tapi aku lupa blass. sampai satu sore, ketika sedang di kantor, ada telphone dari sekolah Aina yang mengabarkan bahwa harusnya Aina dan orangtuanya datang siang itu untuk persiapan masuk SD lebih lanjut. Rasa bersalah langsung menyelelimutiku, rasa takut, khawatir dan sejenisnya

Bag- 1 “Lelaki di Restoran”

Aku tidak ingin mengingatnya, tapi ucapan ibunya mas Radit selalu terlintas sepanjang sore ini dan membuat dada ku sesak. Mas Radit tidak salah, dia tidak berhak aku salahkan. Aku harus mengambil keputusan. “hallo, ma.. assalamualaikum”“waalaikum salam. Gara sudah pulang kantor? sudah makan? sudah sholat” mama menghujani ku dengan pertanyaan.“sudah. Gara

Cerita masuk SD di Jepang – 1

Tidak terasa kami sudah memiliki anak SD, yang artinya kami berdua sudah bertambah usia, kami menua. Persiapan aina masuk Sekolah Dasar di Jepang itu gampang-gampang susah. Gampangnya, kami tidak perlu daftar atau mencari sekolah untuk Aina, karena semua sudah di siapkan oleh pemerintah daerah tempat kami tinggal. Kecuali kalau ingin

What doesn’t kill you, makes you stronger

Aku menulis ini disela-sela sibuknya pekerjaan ku hari ini. Pekerjaan inti di perusahaan tempat ku bernaung, ditambah lagi pekerjaan project tenaga kerja dan juga ada project besar yang sedang kami rumuskan. Seminggu lalu, aku dan suami menerima cerita lengkap tentang bagaimana project perdana kami sebagai perusahaan start up di Jepang

Day 11; Talk about your siblings.

Aku memiliki 4 orang adik perempuan dan 2 orang kakak laki-laki. Abang ku yang pertama, sempat lama tinggal bersama nenek dari pihak umi di bogor. Tapi, ya kembali lagi kerumah kecil kami, berkumpul bersama. Masa kecilku lebih sering bermain dengan abangku yang kedua. Dari kecil kami sering menghabiskan waktu bersama,

Day 10; Your best Friend.

Ketika aku beranjak remaja, aku memiliki banyak teman dekat, yang ku akui bahwa mereka adalah sahabat. Dan hari-hari selalu aku habiskan bersama mereka dan terasa sangat menyenangkan. Setiap hari kami tertawa bersama, dan saling mentertawakan. Aku melupakan sahabatku yang sesungguhnya. Sahabat yang dulu selalu ada untuk ku, menemani setiap moment

Day 9; Write about happiness

Setiap orang memiliki standar kebahagiaannya masing-masing. Ketika aku membuka laman sosial mediaku, muncul berbagai foto. Ada yang menebarkan kebahagiaan tulus, sehingga aku bisa merasakan kehangatan tersebut. Ya, kebahagian tulus, bisa menular. Dan itu merupakan wabah yang bagus.. ketika kabar duka terus mendatangi ku, ada beberapa kawan ku kehilangan pasangan jiwanya,

Day 8; Power of Music

Hampir satu minggu project 30 days writing terhenti. Ada banyak kegiatan yang menyita waktu dan pikiranku, hingga untuk memulai mengetik saja menjadi sangat sulit. Akhirnya hari ini aku bertekad menyelesaikan satu tema lagi, tentang Power of music Salah satu cita-cita ku dari kecil yang tidak mungkin ku raih adalah menjadi

Day 7; favorite Movie.

Setiap kali aku menonton film ini, suamiku tertawa. Dia selalu berkomentar “sudah tinggal di Jepang, nonton film samurainya masih saja orang bule”. Film favorit ku adalah The last samurai. Entah kenapa aku sangat menyukai film tersebut. Berkali-kali aku menonton film tersebut, tapi tidak pernah merasa bosan. Aku mulai menyukai film

Day 6; Single and Happy. Single traveler

Aku mendapatkan julukan “一匹狼” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi seekor serigala. Serigala lebih sering mengembara sendiri dibanding berkelompok, sendiripun, dia tetap serigala. Sebelum pergi ke Jepang, aku memiliki teman-teman dekat, sangat dekat karena kami bersama semenjak SMA. Setelah lulus SMA, kami berpencar menempuh pilihan hidup masing, namun masih sering berkumpul, sangat

Website Built with WordPress.com.