Bag 6 “Para Lelaki Berbadan Tegap”

Jam 8 pagi, Mama sudah menelpon ku, sekedar bertanya kabar dan mengingtkan ku agar tidak meninggalkan shalat, pasrah dan selalu bersyukur. jam 9 pagi. Telpon kembali berbunyi. “hallo , Nad. apa kabar?” sapa ku kepada sang penelpon“Alhamdulillah baik. Gara chan, apa kabarnya? siang ini ada acara engga? tolongin aku dong,

Anak kecil juga punya masalah

Malam tadi, kenes terlebih dahulu terlelap, Aku akhirnya bisa memiliki waktu bersama Aina di tempat tidur untuk berbicang-bincang tentang sekolahnya. Kemudian mengalirlah cerita indah dari putri ku. Sudah satu bulan ini, aina tidak bermain dengan kawan sekolahnya yang bernama yua-chan. Mereka satu sekolah namun beda kelas. Padahal sebelumnya hampir setiap

bag 5 “Grup Anak Pak Alwi”

“ya mungkin elo butuh teman, karena itu gw menawarkan diri”“makasih loh ya, sebelumnya. tapikan gw ke Indonesia, pulang kerumah. Ada keluarga, banyak. ada teman-teman gw juga. nanti lo malah gw cuekin, ato gw malah terbebani ada elo. jadi engga perlu lah..” jawabku santai Setelah kenyang menyantap nasi uduk, bang Robi

Bag 11 “Tulang muda babi”

Sejak bang Robi kantornya berdekatan, sering sekali kami pergi makan siang bersama. Bang Robi lebih tua dariku sekitar 10 tahun, namun selera humornya tidak jauh denganku. Lelucon yang keluar dari mulut nya selalu membuatku tertawa terbahak-bahak. Dia tidak bisa membaca tulisan Jepang dan juga tidak bisa berbahasa Jepang, itupun membuatnya

CERITA MASUK SD DI JEPANG – 3

Tibalah hari yang di tunggu-tunggu. Upacara penerimaan murid baru di sekolah aina yang baru.Upacara penerimaan murid baru di Jepang cukup formal. Anak-anak menggunakan baju formal dan ber blazer dilengkapi sepatu pantofel layaknya orang dewasa. Dan para orangtua pun menggunakan busana resmi. Ada juga yang menggunakan kimono yang sangat indah. Awalnya,

Bag- 4 “Sepiring Nasi Uduk”

Segera kusiapkan air hangat di bath up. Air hangat membantu mengendurkan oto-otot tubuhku yang seharian ini terasa tegang. Sembari berendam, aku terus memainkan smartphone ku. Tiba-tiba ada video call dari grup “anak pak Alwi”. kak Gaya dan adik ku Saras. “woi..” sapaku“nih kak, gadis pembuat onar sudah masuk” Saras membuka

Cerita masuk SD di Jepang- 2

Bulan februari adalah waktu pertemuan aina yang ke dua, tapi aku lupa blass. sampai satu sore, ketika sedang di kantor, ada telphone dari sekolah Aina yang mengabarkan bahwa harusnya Aina dan orangtuanya datang siang itu untuk persiapan masuk SD lebih lanjut. Rasa bersalah langsung menyelelimutiku, rasa takut, khawatir dan sejenisnya

Bag 3 “Kalau saja Papa masih ada..”

“Gara, lo baik-baik aja?” tanya Arman ketika baru saja aku hempaskan tubuhku di jok mobil bagian belakang“alhamdulillah baik. makasih ya sudah jemput. lo masih inget apartemen gw, man?”“inget dong, masa lupa sih.” jawab Arman santai.“ya udah, gw tidur ya, lemas banget nih”“masukin alamatnya saja, biar engga nyasar.” pinta bang Robi.“nih

Bag 2 “Bunuh Diri”

“hi.. bapak temannya Arman kan ya?” tanyaku sembari ku menarik kursi dan duduk tanpa di persilahkan“iya bener. Kamu Gara kan teman kuliahnya Arman. Nama kamu sebenarnya siapa sih, kok dipanggil Gara?” “hehehe.. nama aku Kanigara, Kanigara Banu, jadi dipanggilnya Gara. Jawabku“oo begitu. namanya unik sekali. Artinya apa? “Kanigara itu dari

Bag- 1 “Lelaki di Restoran”

Aku tidak ingin mengingatnya, tapi ucapan ibu mas Radit selalu terlintas sepanjang sore ini, membuat dada ku sesak. Mas Radit tidak salah, dia tidak berhak aku salahkan. Aku harus mengambil keputusan. “hallo, ma.. assalamualaikum”“waalaikum salam. Gara sudah pulang kantor? sudah makan? sudah sholat” mama menghujani ku dengan pertanyaan.“sudah. Gara mau

Website Powered by WordPress.com.