BAg 10 “Sweater putih dan mata coklat”

“Gara san, apakah baik baik saja?” suara berat seorang lelaki terdengar sangat dekat di telingaku“Gara san..?” suara itu mengulangi kembali panggilannya. Ku angkat wajah yang basah karena air mata, Kulihat sosok laki laki bersweater putih dengan bola mata bening berwarna coklat. “saya Satoshi, muridnya ibu nadya. Tadi saya makan siang

bag 9 “Salju di telapak tangan”

“Gara, tolong berikan nomor telpon kamu, supaya mereka bisa menghubungi kamu apabila mereka ada keperluan atau butuh pertolongan” Bli ketut berkata dari ujung ruangan. Suaranya menggema di seluruh ruangan membuat semua orang menoleh ke arahnya. Saat itu, pelanggan hanya tersisa kami, aku dan para pria berbadan tegap. Jam makan siang

bag 8 “Djaidi Alwi”

Anak kedua dari tiga bersaudara. Lahir dari ibu berdarah betawi asli, dan Bapak asal yogyakarta. Sang Bapak datang ke Jakarat untuk menimba ilmu kedokteran di Unviersitas terbaik Indonesia. Ditengah perjalanan pernikahan, bapak mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah keluar negri, di tahun di mana Indonesia baru saja merdeka dan masih sangat

bag 7 “Mawinei Nara”

Mawinei Nara, seorang gadis Dayak yang lahir di sebuah kampung di pinggir sungai barito. Abahnya termasuk orang terpandang di suku Dayak bakumpai, memiliki bisnis kayu yang cukup sukses. Mawinei anak perempuan satu-satunya dari enam bersaudara. Layaknya anak orang kaya, Mawinei sangat cantik dengan kulit kuning langsat yang jarang terkena sinar

Bag 6 “Para Lelaki Berbadan Tegap”

Jam 8 pagi, Mama sudah menelpon ku, sekedar bertanya kabar dan mengingtkan ku agar tidak meninggalkan shalat, pasrah dan selalu bersyukur. jam 9 pagi. Telpon kembali berbunyi. “hallo , Nad. apa kabar?” sapa ku kepada sang penelpon“Alhamdulillah baik. Gara chan, apa kabarnya? siang ini ada acara engga? tolongin aku dong,

Anak kecil juga punya masalah

Malam tadi, kenes terlebih dahulu terlelap, Aku akhirnya bisa memiliki waktu bersama Aina di tempat tidur untuk berbicang-bincang tentang sekolahnya. Kemudian mengalirlah cerita indah dari putri ku. Sudah satu bulan ini, aina tidak bermain dengan kawan sekolahnya yang bernama yua-chan. Mereka satu sekolah namun beda kelas. Padahal sebelumnya hampir setiap

bag 5 “Grup Anak Pak Alwi”

“ya mungkin elo butuh teman, karena itu gw menawarkan diri”“makasih loh ya, sebelumnya. tapikan gw ke Indonesia, pulang kerumah. Ada keluarga, banyak. ada teman-teman gw juga. nanti lo malah gw cuekin, ato gw malah terbebani ada elo. jadi engga perlu lah..” jawabku santai Setelah kenyang menyantap nasi uduk, bang Robi

CERITA MASUK SD DI JEPANG – 3

Tibalah hari yang di tunggu-tunggu. Upacara penerimaan murid baru di sekolah aina yang baru.Upacara penerimaan murid baru di Jepang cukup formal. Anak-anak menggunakan baju formal dan ber blazer dilengkapi sepatu pantofel layaknya orang dewasa. Dan para orangtua pun menggunakan busana resmi. Ada juga yang menggunakan kimono yang sangat indah. Awalnya,

Bag- 4 “Sepiring Nasi Uduk”

Segera kusiapkan air hangat di bath up. Air hangat membantu mengendurkan oto-otot tubuhku yang seharian ini terasa tegang. Sembari berendam, aku terus memainkan smartphone ku. Tiba-tiba ada video call dari grup “anak pak Alwi”. kak Gaya dan adik ku Saras. “woi..” sapaku“nih kak, gadis pembuat onar sudah masuk” Saras membuka

Cerita masuk SD di Jepang- 2

Bulan februari adalah waktu pertemuan aina yang ke dua, tapi aku lupa blass. sampai satu sore, ketika sedang di kantor, ada telphone dari sekolah Aina yang mengabarkan bahwa harusnya Aina dan orangtuanya datang siang itu untuk persiapan masuk SD lebih lanjut. Rasa bersalah langsung menyelelimutiku, rasa takut, khawatir dan sejenisnya

Website Powered by WordPress.com.