Day 5; Parent. Orangtua ku Panutanku

Tema kali ini membahas tentang Orang tua. Sama dengan membahas tentang anak-anakku, membahas orang tua pun bagi ku menguras banyak emosi. Betapa rasa kehilangan Papa 4 tahun yang lalu belum bisa dan mungkin saja tidak akan pernah bisa terobati. Namun di tulisanku ini, aku akan membahas tentang cara mereka berdua

Day 4; place i want to visit.

Konsistensi memang hal yang cukup berat dilakukan. Saat ini, aku mulai merasakan berat sekali menulis, karena selama ini aku selalu menulis mengikuti mood. Tapi karena sedang mengikuti tantangan 30 hari menulis, mau tidak mau harus konsisten. Tema kali ini adalah menceritakan tentang tempat yang ingin aku kunjungi. Mungkin kebanyakan orang

Day 3; A memory.. Kekuatan Kenangan

Di umur yang sudah mendekati 40 tahun, banyak sekali kenangan yang sudah terekam dalam otakku. Kenangan indah maupun kenangan buruk. Di tulisan sebelumnya, aku menuliskan bahwa “Aku sangat menghargai kenangan, karena dengan kenangan aku merasa memiliki bahan bakar untuk menggerakan tubuh dan otakku, agar bisa bergerak lebih baik lagi.” Akan

Day 2; Things makes me happy, is??

Ketika pertama kali membaca kalimat diatas, aku berpikir cukup lama. Aku tidak memiliki jawabannya. Sambil ku buka gudang memori di otakku, mencari-cari apa hal yang bisa membuatku bahagia. “mungkin kah melihat anak-anak tumbuh dengan sehat dan ceria, merupakan hal yang bisa membuatku bahagia?”“bukan kan hal ini merupakan alasan umum dan

Day 1; Bagiku, personality adalah hasil pembentukan dari doa dan ikhtiar

Nama ku Septi Rahmawati, di lingkungan keluarga dan teman kecilku, semua memanggilku Rahma dan ketika beranjak Sekolah Menengah Pertama, aku meminta orang untuk memanggilku Septi. Saat ini, teman-teman kecilku berusaha mengubah panggilan mereka padaku dari Septi menjadi Rahma, tapi aku selalu menolak. Karena bagiku, teman kecilku punya posisi yang berbeda

UU OMNIBUS LAW dan cara kerja di Jepang

aku tidak ingin berkomentar soal urusan demo tentang UU Omnibus Law yang sedang berlangsung di Indonesia, karena memang aku tidak berada di sana, saat ini. Tapi kalau kalian bertanya dan ingin tahu soal cara kerja di Jepang, dengan senang hati aku akan berbagi kisah pengalamanku di Jepang. Sebelum jadi karyawan

Proses Operasi Sesar atau Caesarean section di Jepang (3)

Situasi darurat di sematkan kepadaku setelah mengetahui bayiku sungsang di pembukaan tujuh centi meter. Dokter kandunganku datang memeriksa kondisiku,“kok bisa ya setelah pembukaan tujuh centi meter, bayinya berputar 45 derajat” dokter kandunganku terus bergumam sembari tangannya memutar-mutar kamera USG diatas perut buncitku. Rasanya saat itu, aku ingin menjawab,“percayalah dengan kekuatan

Proses Operasi Sesar atau Caesarean section di Jepang (2)

Kedatangan umi dan adikku membuat semuanya menjadi lebih mudah. Ada yang membantu kami memasak, mengurus rumah, menjaga aina, dan ada doa yang selalu terdengar apabila aku mengeluh dan menangis. Saat aku terjaga 2 hari dua malam, umi pun ikut tidak bisa terlelap. Umi memijatku sambil terus merapalkan doa, memberi petuah.

Proses Operasi Sesar atau Caesarean section di Jepang (1)

Bulan September memiliki arti tersendiri untuk kami sekeluarga besar. Putri kedua kami insyaAllah bulan ini akan berumur 2 tahun dan putri pertama kami insyaAllah akan genap 6 tahun. Dan papa kami 4 tahun yang lalu juga pergi meninggalkan kami di bulan september, disusul oleh nenek kami di tahun berikutnya. Ada

Pertanyaan pertama ketika kamu hamil di Jepang adalah “mau digugurkan?”

“kamu positif hamil. mau di lanjutkan atau mau di gugurkan?” pertanyaan dokter kandunganku ketika pertama kali aku memeriksakan kehamilan pertama. Saat itu puncaknya musim dingin, tepatnya awal tahun 2014. Setelah kami menikah, kami harus LDM (Long Distance Marriage) karena suami harus melanjutkan S2 nya di Universitas Pelita Harapan Jakarta dan

Website Built with WordPress.com.